KEPULAUAN RIAU — RedMagic 11 Air mencoba menjawab dilema klasik ponsel gaming: bodi tebal dan berat. Dengan ketebalan 7,85 mm dan bobot 207 gram, perangkat ini terasa lebih ramping dibanding kompetitor sekelasnya. Pertanyaannya, apakah pengorbanan yang dilakukan demi bentuk ramping ini mengorbankan performa yang menjadi andalan ponsel gaming?
RedMagic 11 Air hadir dengan panel belakang transparan yang memperlihatkan komponen termal sederhana dan logo merek. Cincin RGB di sekitar kipas internal masih bisa dikustomisasi, tapi tampilan keseluruhan lebih kalem dibanding ponsel RedMagic lain. "Beberapa orang menyukai pendekatan desain seperti ini," tulis reviewer dalam bahan ulasan.
Kejutan terbesar ada di modul kamera yang rata sempurna dengan bodi belakang. Tidak ada tonjolan sama sekali. Ini membuat ponsel tidak goyang saat diletakkan di meja, dan jari tidak kram saat bermain game dalam posisi landscape. Untuk ponsel gaming, permukaan datar adalah keputusan yang tepat.
Satu perubahan signifikan: RedMagic menghilangkan slider fisik di sisi kiri. Sebagai gantinya, ada tombol merah khusus untuk mengaktifkan Game Space. Tombol trigger sentuh di sisi kanan atas tetap tersedia untuk kontrol gaming tambahan.
Layar AMOLED 6,85 inci menjadi salah satu keunggulan utama perangkat ini. Panelnya benar-benar mulus tanpa poni atau punch hole karena kamera depan ditempatkan di bawah layar (under-display camera). Resolusi 2688 x 1216 piksel dengan kerapatan 431 ppi menghasilkan gambar yang tajam, sementara refresh rate 144 Hz menjamin animasi game terasa sangat halus.
Kecerahan puncak mencapai 1.800 nit — bahkan dalam pengujian internal, reviewer mencatat angka sedikit lebih tinggi pada ukuran window 2 persen. Namun, kecerahan turun drastis pada area layar yang lebih luas.
Sayangnya, kamera depan under-display masih menjadi titik lemah. Kualitas foto selfie dan panggilan video tidak sebaik kamera konvensional. Ini adalah kompromi yang harus diterima demi layar tanpa gangguan.
RedMagic 11 Air dibanderol 499 dolar AS (sekitar Rp 8,2 juta dengan kurs Rp 16.500 per dolar AS). Dengan harga tersebut, ponsel ini menawarkan kombinasi unik: bodi ramping, baterai besar 7.000 mAh, dan performa gaming yang solid. Namun, ketahanan air hanya IP54 — lebih rendah dari ponsel flagship lain yang sudah memiliki sertifikasi IP68 untuk ketahanan rendaman.
RedMagic 11 Air adalah pilihan menarik bagi gamer yang menginginkan ponsel tipis tanpa mengorbankan baterai besar dan performa. Desain kamera rata dan bodi ramping membuatnya nyaman digunakan untuk sesi gaming panjang. Namun, jika Anda memprioritaskan kualitas kamera depan atau ketahanan air level tinggi, ponsel ini bukan pilihan terbaik.
Di pasar Indonesia, persaingan di segmen harga Rp 8 jutaan cukup ketat. RedMagic 11 Air bersaing dengan ponsel gaming lain yang mungkin menawarkan chipset lebih kencang tapi dengan bodi lebih tebal. Pilihan kembali pada prioritas Anda: bentuk ramping atau performa mentah maksimal?