BATAM — BP Batam menerima kunjungan PT Silver Bullet Indonesia, distributor resmi Angel Water Purifier, perusahaan teknologi pemurnian air laut menjadi air tawar asal China, pada Selasa (19/5/2026). Pertemuan itu membahas potensi penerapan teknologi desalinasi untuk memperkuat ketahanan air bersih di Batam.
Direktur Badan Usaha SPAM dan Fasling BP Batam, Ilyus Rusmana, menyebut teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) punya potensi besar sebagai sumber tambahan pasokan air bersih. Kebutuhan ini mendesak, terutama untuk mendukung kawasan industri strategis seperti pusat data yang memerlukan suplai air stabil dengan kapasitas tinggi.
“Teknologi ini memiliki potensi besar untuk menambah sumber pasokan air bersih, khususnya guna memenuhi kebutuhan kawasan industri strategis seperti pusat data yang memerlukan suplai air stabil dengan kapasitas tinggi,” ujar Ilyus dalam keterangan resmi.
Saat ini, kapasitas olahan air baku di Kota Batam mencapai 5.050 liter per detik. Namun, Ilyus mengakui angka itu belum cukup untuk menjawab kebutuhan masa depan seiring pertumbuhan penduduk dan ekspansi kawasan industri.
“Kami menyadari perlunya penambahan kapasitas untuk menjawab kebutuhan masa depan, termasuk dari sektor industri yang membutuhkan suplai air dalam jumlah besar,” tuturnya.
Selain menjajaki sumber air baru lewat desalinasi, BP Batam terus mendorong peningkatan kapasitas layanan air bersih melalui pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Langkah ini dinilai strategis untuk menambah produksi air di luar kapasitas waduk yang tersedia.
Pengoptimalan IPA diharapkan bisa menjadi solusi jangka pendek dan menengah di tengah pertumbuhan investasi, industri, dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.