NATUNA — Risiko cedera saat bertanding atau berlatih kini tidak lagi menjadi kekhawatiran bagi 79 pelajar peserta turnamen SMP/MTs se-Kecamatan Bunguran Timur Laut. Mereka telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan oleh panitia penyelenggara, SMA Negeri 1 Bunguran Timur Laut.
Penyerahan kartu kepesertaan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bunguran Timur Laut bersama Camat Bunguran Timur Laut dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Natuna Ranai. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan para atlet muda selama mengikuti pertandingan.
Melalui kepesertaan ini, para pelajar mendapatkan dua program perlindungan sekaligus, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Program JKK mencakup biaya perawatan dan santunan jika peserta mengalami kecelakaan saat bertanding maupun dalam masa persiapan.
Ketua panitia turnamen menyampaikan bahwa perlindungan ini penting mengingat aktivitas olahraga memiliki risiko tinggi. Dengan adanya jaminan tersebut, peserta diharapkan dapat bertanding dengan lebih aman dan nyaman, tanpa dibayangi kekhawatiran akan biaya pengobatan jika terjadi cedera.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Natuna, Hendra Harry Jona, mengapresiasi inisiatif pihak sekolah dan panitia yang telah mendaftarkan para atlet muda. Menurutnya, atlet dan pegiat olahraga layak mendapatkan perlindungan yang sama seperti pekerja sektor formal.
“Total peserta yang terlindungi sebanyak 79 orang. Harapannya melalui kegiatan ini masyarakat semakin mengenal pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, baik dalam kategori bakat dan minat maupun pekerjaan lainnya,” ujar Hendra Harry Jona, Senin (18/05/2026).
BPJS Ketenagakerjaan Natuna berharap dukungan dari pemerintah daerah, pihak sekolah, dan komunitas olahraga terus berlanjut. Dengan cakupan yang semakin luas, pekerja informal dan generasi muda di Natuna diharapkan dapat terlindungi dari berbagai risiko kecelakaan akibat aktivitas yang mereka jalani.