JAKARTA — Apple resmi meluncurkan MacBook Neo di Indonesia, Jumat (13/12). Laptop ini menjadi pilihan baru di segmen entry-level lini Mac dengan harga yang lebih ramah di kantong dibandingkan seri MacBook Air atau MacBook Pro.
CEO Erajaya Digital Joy Wahyudi mengatakan produk ini sudah lama dinantikan konsumen, khususnya para kreator konten. "Pembicaraan mengenai MacBook Neo ini sudah cukup lama, jadi memang sudah sangat ditunggu-tunggu oleh banyak konsumen Apple khususnya pencipta konten," ujarnya dalam acara peluncuran di Jakarta.
Dari segi portabilitas, MacBook Neo mengusung bodi aluminium yang ringan namun kokoh. Bobotnya hanya 1,23 kilogram dengan ketebalan 1,27 sentimeter, menjadikannya salah satu laptop paling ringan di kelasnya.
Perangkat ini ditenagai chip Apple A18 Pro yang dipasangkan dengan RAM 8 GB. Apple mengklaim baterainya mampu bertahan hingga 16 jam dalam sekali pengisian daya, cukup untuk aktivitas kerja atau kuliah seharian penuh tanpa perlu mencari colokan listrik.
MacBook Neo mengusung layar 13 inci Liquid Retina dengan resolusi 2408 x 1506 piksel dan kecerahan 500 nit. Layar ini mendukung hingga 1 miliar warna, membuat tampilan foto, video, dan aplikasi terlihat lebih hidup. Laptop ini juga bisa dihubungkan ke monitor eksternal hingga resolusi 4K.
Untuk penyimpanan, tersedia dua opsi: 256 GB dan 512 GB. Pilihan warna yang ditawarkan cukup beragam, yakni blush, indigo, silver, dan citrus.
Dengan spesifikasi tersebut, MacBook Neo dirancang untuk aktivitas harian seperti browsing, streaming, mengedit foto, hingga menjalankan fitur kecerdasan buatan (AI) di berbagai aplikasi. Chip A18 Pro disebut mampu menangani tugas komputasi ringan hingga menengah tanpa hambatan berarti.
Laptop ini sudah tersedia di kanal penjualan Erajaya dan gerai iBox di seluruh Indonesia. Harga resmi belum diumumkan secara detail, namun Apple memosisikan MacBook Neo sebagai opsi paling terjangkau di lini Mac untuk menarik konsumen baru.