KEPULAUAN RIAU — Christiany menegaskan, restrukturisasi bukan sekadar menghapus entitas usaha. Ia menyoroti bahwa selama ini banyak BUMN memiliki puluhan anak perusahaan dengan fungsi yang saling tumpang tindih. Akibatnya, biaya operasional membengkak dan proses pengambilan keputusan menjadi lamban.
"Struktur grup usaha yang kompleks seringkali menjadi penghambat efisiensi. Jumlah anak perusahaan yang terlalu banyak berpotensi menyebabkan tumpang tindih fungsi operasional," ujar Christiany dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu.
Ia mencontohkan, konsolidasi yang sudah berjalan di sektor perkebunan, semen, dan kepelabuhanan patut diapresiasi. Langkah ini dinilai mampu membangun organisasi yang lebih ramping, sehat, dan produktif.
Meski pemangkasan entitas sudah berjalan, Christiany mengingatkan bahwa tantangan belum selesai. Tahap kritis justru ada pada integrasi pasca-merger. Harmonisasi budaya kerja dan penyelarasan proses bisnis antar entitas yang digabung harus dilakukan secara menyeluruh.
"Keberhasilan restrukturisasi tidak hanya diukur dari berkurangnya jumlah anak usaha. Peningkatan produktivitas dan profitabilitas perusahaan menjadi indikator penting lainnya," tegasnya.
Penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama. Tanpa itu, kata Christiany, efisiensi yang diharapkan hanya akan menjadi wacana.
Christiany menambahkan, DPR membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi. Entitas BUMN, serikat pekerja, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat diharapkan menyampaikan masukan terkait proses restrukturisasi.
"Setiap masukan yang konstruktif perlu menjadi bahan pertimbangan penting untuk penyempurnaan kebijakan. Proses ini harus dilakukan secara inklusif, transparan, dan akuntabel," ujarnya.
Ia berharap, perampingan ini pada akhirnya memberikan manfaat optimal bagi seluruh pihak. Dengan struktur yang lebih ramping, BUMN seperti Pertamina, PLN, BRI, dan Telkom diharapkan mampu menjadi pilar ekonomi nasional yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi di kancah global.