KARIMUN — Sebanyak 150 pohon dari tujuh jenis ditanam di median jalan Lingkar samping PLTU Tanjung Balai Karimun oleh LSM ALIM Kepri, Senin lalu. Aksi ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengusung tema “Saatnya Bergerak Untuk Iklim”.
Ketua LSM ALIM Kepri, Kherjuli, menyebut pohon yang ditanam meliputi Mahoni, Gaharu, Trembesi, Ketapang Kencana, Pucuk Merah, Kayu Putih, dan Pulai. “Pohon-pohon tersebut untuk memperkaya keanekaragaman hayati yang tumbuh di tapal proyek UP PLTU Tanjung Balai Karimun,” ujarnya.
Kherjuli menjelaskan, penanaman itu bertujuan memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekaligus menjadi aksi nyata adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. “Hal ini merupakan aksi nyata kami dalam upaya adaptasi dan mitigasi pengendalian perubahan iklim,” terangnya.
Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama antara LSM ALIM dengan UP PLTU Tanjung Balai Karimun dalam gerakan penghijauan RTH dan edukasi keanekaragaman hayati di lokasi terdampak aktivitas pembangkit listrik tenaga uap.
Setelah penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan belajar (study tour) SDN 003 Tebing ke PLTU. Sebanyak 100 pelajar, guru, dan komite sekolah terlibat dalam sesi edukasi keanekaragaman hayati (KEHATI).
Materi edukasi disampaikan oleh sejumlah narasumber, antara lain ahli pengembangan sumber daya manusia DR. Nur Hasanah, Kepala UP PLTU, dan perwakilan LSM ALIM. “Edukasi KEHATI di kalangan pelajar sekolah dasar bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan peserta didik terhadap berbagai jenis pohon dan hewan, yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi, yang pernah tumbuh di pulau Karimun ini,” pungkas Kherjuli.
Kegiatan ini dihadiri GM PT PLN Indonesia Power Kepulauan Riau, GM UP PLTU Tanjung Balai Karimun, Dinas PUPR, Camat Tebing, Lurah Tebing, serta perwakilan LSM ALIM Kabupaten Karimun dan masyarakat Langgam.