Stok Beras Bulog di Batam dan Karimun Capai 5.000 Ton, Cukup untuk Enam Bulan ke Depan

Penulis: Faisal Hasbi  •  Senin, 08 Juni 2026 | 15:50:31 WIB
Stok beras Bulog Batam dan Karimun mencapai 5.072 ton per 29 Mei 2026.

BATAM — Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Kepulauan Riau, memastikan ketersediaan beras di wilayah kerjanya dalam kondisi aman. Stok yang tersimpan di Gudang Bulog Batam dan Karimun mencapai 5.072 ton per 29 Mei 2026, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima hingga enam bulan ke depan.

Kepala Cabang Bulog Batam Guido XL Pereira mengatakan, permintaan beras masih normal dan tidak ada lonjakan signifikan menjelang maupun setelah Idul Adha 1447 Hijriah. "Stok Bulog untuk wilayah kerja Kantor Cabang Batam cukup untuk lima sampai enam bulan ke depan. Permintaan juga masih normal," ujarnya di Batam, Senin.

Rincian Stok Beras di Gudang Bulog Batam dan Karimun

Dari total stok yang ada, sebagian besar merupakan beras medium untuk program pelayanan publik (PSO). Rinciannya, beras medium PSO sebanyak 2.694 ton dan beras medium PSO lainnya 1.773 ton. Bulog juga menyimpan 56 ton beras untuk bantuan pangan serta 132 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Selain itu, tersedia stok beras premium dengan merek Candi Mulyo sebanyak 299 ton, Befood 118 ton, dan Punokawan 13 ton. Kebutuhan beras Bulog di Batam rata-rata 150 ton per bulan, sementara di Kabupaten Karimun mencapai 250 hingga 300 ton per bulan.

Komoditas Pangan Lain yang Masih Tersimpan

Selain beras, Bulog Batam juga menyimpan sejumlah bahan pokok lainnya. Di antaranya Minyakita untuk program bantuan pangan sebanyak 173 ton, Minyakita komersial 3 ton, minyak goreng premium 200 liter, jagung 20 ton, serta gula pasir 230 kilogram.

Guido menegaskan bahwa dengan stok yang ada, kebutuhan pokok masyarakat di Batam dan Karimun dapat terpenuhi dengan baik dalam beberapa bulan mendatang. Pihaknya berharap ketersediaan ini bisa menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di kedua daerah.

Bulog Batam Tak Targetkan Penyerapan Gabah Petani

Berbeda dengan daerah sentra produksi padi, Bulog Batam tidak memiliki target penyerapan gabah atau beras dari petani. Sebab, wilayah kerja Batam dan Karimun bukanlah daerah penghasil padi utama.

Meski begitu, Guido membuka peluang bagi petani lokal yang ingin menjual hasil panennya ke Bulog. "Untuk wilayah kerja Bulog Batam memang tidak ada target penyerapan. Namun jika ada petani yang ingin menjual beras ke Bulog, kami siap membeli sesuai harga dan persyaratan standar kualitas yang ditetapkan pemerintah," katanya.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top