KEPULAUAN RIAU — Pabrikan asal Jepang itu tidak main-main dalam membangun mobil balap ini. Camry yang biasanya identik dengan kenyamanan keluarga, kini disulap menjadi mesin balap dengan konfigurasi mesin ganda yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Dilansir dari Car and Driver, konsep Camry ini memang tidak akan diproduksi massal. Tapi sebagai ajang unjuk gigi divisi motorsport Toyota, yaitu Gazoo Racing, model ini jadi bukti seberapa liar imajinasi para insinyur mereka.
Di bagian depan, Toyota menyematkan mesin G16E-GTS tiga silinder turbo yang diambil dari GR Corolla. Mesin ini menghasilkan tenaga 300 dk dan secara eksklusif menggerakkan roda depan.
Sementara itu, di bagasi terdapat mesin 2.0 liter empat silinder turbo anyar milik Gazoo Racing. Mesin ini menyuplai tenaga 400 dk ke poros roda belakang.
Hasilnya, Camry ini menjadi salah satu sedan Toyota paling bertenaga yang pernah ada. Dengan total 700 dk dan penggerak semua roda (AWD), akselerasi mobil ini diperkirakan sangat gila.
Belum diketahui secara pasti transmisi apa yang digunakan pada konsep ini. Namun, besar kemungkinan Toyota menggunakan unit kopling ganda atau otomatis yang sudah diperkuat secara signifikan untuk menahan tenaga sebesar itu.
Sistem AWD-nya sendiri menjadi kunci agar kedua mesin bisa bekerja secara harmonis. Tanpa pengaturan distribusi tenaga yang presisi, mobil ini bisa menjadi liar di lintasan.
Selain mesin yang absurd, Toyota juga memberikan sentuhan khas budaya tuning Jepang pada Camry ini. Knalpot samping (side-exit exhaust) yang menonjol, fender melebar, dan sayap belakang raksasa jadi ciri khas yang sulit diabaikan.
Ini bukan sekadar hiasan. Semua komponen aerodinamis itu dirancang untuk mendukung performa tinggi di sirkuit, terutama saat balap ketahanan 24 jam.
Selain Camry bermesin ganda, Toyota juga memamerkan konsep kedua yang bergaya B?s?zoku — subkultur modifikasi motor dan mobil khas Jepang. Model ini mendapat sentuhan Americana dengan cat liar dan estetika wiski.
Fitur utamanya adalah knalpot lebar menjulang, cluster instrumen digital era 1980-an, serta kenop transmisi manual berbentuk gelas wiski. Mobil ini diklaim menggunakan mesin 2.0 liter turbo baru dan konversi penggerak roda belakang.
Kedua konsep ini lahir dari persaingan internal antara Toyota Racing dan Gazoo Racing. Gazoo Racing mengambil pendekatan paling ekstrem dalam performa, sementara Toyota Racing lebih bermain di gaya visual.
Kemunculan dua Camry performa tinggi ini memicu spekulasi bahwa Toyota suatu hari nanti bisa menghadirkan GR Camry dengan mesin 2.0 liter turbo. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi soal rencana produksi massal.
Yang jelas, Toyota ingin menunjukkan bahwa Camry tidak melulu soal efisiensi dan kenyamanan. Dengan sentuhan Gazoo Racing, sedan ini bisa menjadi monster di lintasan balap.