NATUNA — Dua gudang Perum Bulog di Natuna yang dibangun pada 1981 akhirnya menjalani renovasi besar-besaran setelah 44 tahun beroperasi tanpa perbaikan berarti. Pemimpin Cabang Bulog Natuna, Pencius Siburian, mengatakan proyek ini sudah dimulai pada April 2025 dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.
Total anggaran renovasi mencapai Rp 1.505.515.000 yang terbagi dalam dua paket pekerjaan. Gudang di Ranai mendapat alokasi Rp 753.847.000, sementara gudang di Sedanau sebesar Rp 751.668.000.
“Pekerjaan yang dilakukan meliputi perbaikan lantai dan dinding, rangka kayu, instalasi listrik, atap, hingga pintu,” kata Pencius dalam keterangannya, Senin.
Menurut Pencius, kondisi bangunan yang mulai menua membuat fungsi penyimpanan tidak optimal. Jika dibiarkan, kualitas beras dan cadangan pangan pemerintah di Natuna bisa menurun dan tidak layak konsumsi.
Ia menambahkan, selama masa renovasi, stok beras di Natuna tetap dalam kondisi aman. Pihaknya mengelola pergudangan secara bergilir agar distribusi tidak terganggu.
Tak hanya merenovasi, Bulog Natuna juga berencana membangun tiga unit gudang baru pada 2026. Ketiganya akan didirikan di Pulau Midai, Pulau Laut, dan Pulau Serasan — wilayah yang terpisah dari pusat Kabupaten Natuna.
Pembangunan gudang di pulau-pulau perbatasan ini bertujuan memperkuat jaringan logistik pangan. “Meski dalam tahap pengerjaan, stok yang ada masih dalam kondisi aman dan terjaga dengan baik,” ujar Pencius.
Dengan adanya renovasi dan pembangunan gudang baru, Bulog memastikan cadangan beras di Natuna tetap terjaga kualitasnya. Ini penting mengingat Natuna merupakan wilayah kepulauan yang rentan terhadap fluktuasi pasokan pangan, terutama saat cuaca buruk.
Warga di Pulau Midai, Laut, dan Serasan juga akan lebih mudah mengakses beras bersubsidi karena stok akan disimpan lebih dekat dengan pemukiman mereka.