Kredit Tumbuh 20 Persen, Likuiditas Terjaga: DPR Beberkan Kinerja Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, dan BNI

Penulis: Teuku Fahreza  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 21:21:31 WIB
Pertumbuhan kredit bank BUMN mencapai 20 persen secara tahunan, kata Ketua Himbara Putrama Wahju Setyawan.

KEPULAUAN RIAU — Dalam pertemuan tertutup tersebut, Ketua Himbara, Putrama Wahju Setyawan, memaparkan data kinerja keuangan terkini. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan kredit di seluruh bank BUMN rata-rata mencapai 20 persen secara tahunan. Angka ini dinilai solid di tengah tekanan ekonomi global.

“Pertumbuhan kredit di seluruh bank BUMN rata-rata tumbuh di angka 20 persen. Dana pihak ketiga juga tumbuh di kisaran 20 sampai 30 persen. Likuiditas terjaga dengan sangat baik,” jelas Putrama di lokasi yang sama.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) perbankan BUMN masih terjaga di bawah 2 persen. Angka ini menunjukkan kualitas pembiayaan yang prudent dan manajemen risiko yang baik.

Rasio LDR Ideal, Cadangan Risiko Kuat

Putrama juga merinci rasio pinjaman terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada di kisaran 88 hingga 90 persen. Rentang ini dianggap ideal oleh regulator karena menunjukkan bank mampu menyalurkan kredit secara optimal tanpa mengorbankan likuiditas.

“Selain itu, loan loss reserve dan credit cost juga terjaga. Rata-rata NPL ada di bawah kisaran 2 persen,” tambahnya. Cadangan kerugian yang kuat ini menjadi bantalan jika terjadi lonjakan kredit macet di masa depan.

Masyarakat Diminta Tak Panik soal Harga Saham

Menanggapi gejolak harga saham bank-bank pelat merah di bursa, Putrama meminta publik untuk tidak bereaksi berlebihan. Menurutnya, fundamental usaha yang kuat tidak tercermin sepenuhnya dari pergerakan harga saham jangka pendek.

“Saat ini kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran, keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPR, Dasco, menambahkan bahwa koordinasi antara DPR dan Himbara akan terus dilakukan secara berkala. Ia menegaskan bahwa sektor perbankan adalah pilar ekonomi nasional yang harus dijaga stabilitasnya, terutama dalam melayani sektor riil dan UMKM. “Berdasarkan hasil diskusi, perkembangannya sangat bagus,” kata Dasco menutup pertemuan.

Reporter: Teuku Fahreza
Back to top