Investasi Batam Tembus Rp 69,3 Triliun di 2025, BP Batam Fokus Benahi Infrastruktur dan 12 Titik Banjir

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 03:38:31 WIB
Investasi di Batam mencapai Rp 69,3 triliun pada 2025, didukung pertumbuhan sektor industri strategis.

BATAM — Realisasi investasi di Batam terus menunjukkan tren positif. Setelah menembus Rp 69,3 triliun pada tahun 2025, angka investasi pada Triwulan I 2026 tercatat sekitar Rp 17,4 triliun. Nilai ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekonomi Batam sendiri tumbuh 6,76 persen sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor strategis seperti industri elektronik dan semikonduktor, peralatan listrik, logistik, manufaktur ekspor, galangan kapal, serta industri kimia.

Prioritas Infrastruktur di Tengah Lonjakan Investasi

Meski angka investasi melonjak, BP Batam tidak ingin pembangunan hanya berorientasi pada modal. Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa setiap progres harus memiliki manfaat jelas bagi masyarakat.

“Setiap progres pembangunan harus memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami ingin memastikan seluruh program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga dan mendukung pertumbuhan Batam sebagai kota madani yang modern,” ujar Amsakar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam.

Penataan infrastruktur dasar, terutama jalan dan sistem drainase, menjadi fokus utama. Pemerintah mengidentifikasi kawasan rawan genangan dan mengevaluasi kapasitas saluran air untuk mencegah banjir yang kerap mengganggu aktivitas industri dan permukiman.

Penanganan Banjir: Dari Identifikasi hingga Koordinasi Lintas Instansi

Langkah konkret yang dilakukan meliputi peningkatan kapasitas saluran air dan penguatan koordinasi antarinstansi. BP Batam menyadari bahwa banjir tidak hanya merugikan warga, tetapi juga menurunkan kepercayaan investor terhadap kesiapan infrastruktur kota.

“Masuknya investasi ke berbagai sektor tersebut ikut menciptakan lapangan kerja baru yang kami harapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi daerah, serta meningkatkan posisi Batam sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan paling kompetitif di Indonesia,” tambah Amsakar.

Pemerintah juga memastikan bahwa pembangunan jalan dan jaringan utilitas berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat. Lingkungan perkotaan yang nyaman dinilai sebagai faktor penting untuk menjaga iklim investasi jangka panjang.

Visi Kota Madani: Nyaman untuk Tinggal dan Berusaha

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Ia berharap Batam tidak hanya menjadi pusat investasi nasional, tetapi juga kota yang layak huni.

“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Batam diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pusat investasi nasional, tetapi juga menjadi kota yang semakin nyaman untuk ditinggali, bekerja, dan berusaha,” pesan Li Claudia.

Ke depan, BP Batam akan terus memantau realisasi proyek infrastruktur di titik-titik prioritas. Evaluasi berkala terhadap sistem drainase dan jaringan jalan akan dilakukan untuk memastikan target pembangunan berjalan tepat sasaran.

Reporter: Irwansyah Hakim
Back to top