Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri, Hendri Kurniadi, menyatakan bahwa evaluasi menunjukkan hari Jumat lebih cocok untuk pelaksanaan WFH dibandingkan hari Rabu. Alasannya, intensitas rapat, perjalanan dinas, dan kunjungan masyarakat di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) cenderung lebih rendah pada hari tersebut.
"Kondisi itu memberi ruang bagi ASN untuk fokus menyelesaikan pekerjaan administratif, penyusunan laporan, serta koordinasi internal melalui sistem digital dan daring," kata Hendri di Tanjungpinang, Rabu.
Meski ada penyesuaian jadwal WFH, Pemprov Kepri memastikan pelayanan langsung kepada masyarakat tidak terganggu. Seluruh OPD tetap beroperasi penuh dari Senin hingga Kamis.
"Sementara hari kerja Senin hingga Kamis, akan dimaksimalkan untuk pelayanan langsung kepada masyarakat. Seluruh OPD tetap beroperasi penuh," tegas Hendri.
Hendri menegaskan bahwa kebijakan WFH bukanlah hari libur bagi aparatur negara. ASN yang bekerja dari rumah tetap diwajibkan melakukan absensi digital sesuai jam kerja dan memenuhi target kinerja harian yang tercatat dalam aplikasi e-kinerja. Pengawasan ketat dilakukan melalui sistem yang telah disiapkan oleh Pemprov Kepri.
Selain meningkatkan produktivitas, kebijakan WFH setiap Jumat juga bertujuan untuk efisiensi sumber daya. Pemprov Kepri menghitung akan ada penghematan signifikan pada konsumsi bahan bakar minyak (BBM), listrik, air, dan biaya operasional kantor di setiap OPD.
"Pelaksanaan WFH ke depan akan terus dimonitor dan dievaluasi agar tujuan utama tetap tercapai, yaitu ASN produktif dan pelayanan publik kepada masyarakat Kepri tetap berjalan optimal," ucap Hendri.
Kebijakan ini, menurut Pemprov Kepri, mencerminkan komitmen dalam menerapkan manajemen ASN yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan kerja serta karakteristik geografis Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan.