Lima Dapur SPPG di Tanjungpinang Berhenti Beroperasi Sementara Akibat Dana dari BGN Belum Cair

Penulis: Faisal Hasbi  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 14:50:31 WIB
Lima dapur SPPG di Tanjungpinang berhenti beroperasi sementara akibat dana BGN belum cair.

TANJUNGPINANG — Ribuan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lima wilayah Kota Tanjungpinang terpaksa tidak mendapat layanan selama sepekan terakhir. Penyebabnya, lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani mereka berhenti beroperasi sementara karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum juga turun.

Lima Lokasi SPPG yang Terdampak

Koordinator SPPG Tanjungpinang, Retno, menyebutkan kelima dapur yang tutup sementara itu tersebar di beberapa kelurahan. "Kita masih menunggu dana operasional SPPG masuk dari BGN, setelah itu baru beroperasi kembali," katanya di Tanjungpinang, Kamis.

Lima SPPG yang dimaksud meliputi SPPG 2 di Tanjungpinang Barat, SPPG 3 Batu IX, SPPG Tanjung Ayun Sakti, SPPG 4 Batu IX, dan SPPG di Kelurahan Kampung Bulang. Retno tidak merinci jumlah pasti penerima manfaat yang terdampak dari penutupan sementara ini.

Bukan Hanya di Tanjungpinang, Perubahan Sistem Jadi Pemicu

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) untuk wilayah Sumatra Barat, Riau, dan Kepri, Syarti Widya, membenarkan adanya penutupan sementara tersebut. Ia menjelaskan bahwa masalah ini bukan hanya terjadi di Tanjungpinang, melainkan dipicu oleh perubahan sistem di tingkat pusat BGN.

"Khusus untuk SPPG yang dananya belum cair saja. Kalau sudah masuk, SPPG pasti beroperasi lagi," ucap Syarti. Ia menegaskan bahwa penutupan ini tidak bersifat permanen dan akan segera beroperasi kembali begitu dana operasional masuk ke rekening masing-masing dapur.

Target 232 SPPG di Kepri hingga Mei 2026

Syarti menambahkan, hingga Mei 2026 mendatang, Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan sebanyak 232 SPPG telah beroperasi penuh di tujuh kabupaten/kota. Jumlah penerima manfaat dari program MBG di seluruh Kepri mencapai 540.254 orang.

Penerima manfaat tersebut terdiri dari peserta didik di berbagai jenjang pendidikan serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dengan terhentinya operasional lima SPPG di Tanjungpinang, sebagian dari target penerima manfaat tersebut untuk sementara tidak mendapatkan jatah makanan bergizi gratis. Belum ada kepastian kapan dana operasional dari BGN akan cair dan kelima dapur tersebut dapat beroperasi kembali.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top