IHSG Tembus Level 6.000, BP BUMN Sebut Ini Bukti Kepercayaan Investor pada Fundamental Ekonomi

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 19:48:01 WIB
IHSG berhasil menembus level 6.000 didorong oleh penguatan saham-saham BUMN.

JAKARTA — IHSG mencatatkan kebangkitan signifikan dengan melesat menembus level 6.000 pada perdagangan Jumat. Penguatan ini terjadi seiring langkah strategis Bank Indonesia yang menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026 lalu, sebuah keputusan yang dinilai krusial memulihkan kepercayaan pasar.

Saham BUMN Jadi Motor Penggerak IHSG

Dony Oskaria menyoroti kinerja positif saham-saham BUMN yang menjadi penopang utama kebangkitan IHSG. Sektor pertambangan melesat hingga kisaran 7 persen, sementara saham perbankan pelat merah (Himbara) dan Telkom juga mencatatkan penguatan.

“Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita,” ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta.

Volume Akumulasi Beli Masif dari Investor Asing dan Lokal

Sejak awal sesi perdagangan, saham-saham BUMN mencatatkan volume akumulasi beli yang masif. Baik investor domestik maupun asing terlihat aktif mengakumulasi saham, mendorong IHSG terus bergerak di zona hijau.

“Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau menembus 6.000 dan nilai tukar rupiah yang kembali menguat hari ini, kita patut bersyukur dan bangga. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar,” tambah Dony.

Sinergi Pemerintah dan BI Pulihkan Kepercayaan Pasar

Kebangkitan IHSG dan penguatan rupiah disebut tidak lepas dari sinergi langkah cepat pemerintah bersama otoritas terkait. Keputusan Bank Indonesia menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen pada awal Juni lalu menjadi titik balik yang langsung memulihkan sentimen positif di pasar keuangan.

Dony menegaskan bahwa kepercayaan investor yang kembali pulih ini harus dijaga dengan kebijakan yang konsisten dan fundamental ekonomi yang kuat ke depannya.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top