ACEH BESAR — Bukan sekadar teori, puluhan petugas SPBU di Aceh Besar dan Banda Aceh benar-benar merasakan simulasi kepanikan saat tangki BBM terbakar. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bekerja sama dengan Sales Area Retail Aceh, Fuel Terminal Krueng Raya, PT Elnusa Petrofin, dan tim HSSE setempat menggelar latihan selama tiga hari penuh.
Pelatihan dimulai dengan sesi First Aider di Ruang Serbaguna Sales Area Retail Aceh. Materi pertolongan pertama ini menjadi bekal dasar sebelum para peserta menjalani tabletop exercise dan simulasi lapangan yang sesungguhnya di area SPBU.
Dalam simulasi, peserta dihadapkan pada skenario kritis: luberan BBM terjadi saat proses pembongkaran dari mobil tangki milik PT Elnusa Petrofin. Percikan api tak terhindarkan, dan kobaran api langsung membesar. Skenario ini sengaja dipilih untuk menguji koordinasi lintas fungsi serta kecepatan reaksi personel di lapangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa keselamatan adalah harga mati. “Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional Pertamina. Melalui pelatihan dan simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh personel, mitra kerja, dan pemangku kepentingan terkait memiliki kesiapan serta kemampuan respons yang cepat dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat sehingga risiko terhadap manusia, lingkungan, maupun aset perusahaan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Regional Manager HSSE Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agoeng Priyanto, menekankan bahwa budaya keselamatan harus dipegang oleh semua pihak, bukan hanya tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). “Keselamatan bukan hanya tanggung jawab fungsi HSSE, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pekerja dan mitra kerja dalam setiap aktivitas operasional. Melalui simulasi yang dilakukan secara berkala, kami berharap seluruh personel semakin siap menghadapi kondisi darurat sehingga dapat meminimalkan risiko terhadap manusia, lingkungan, aset, dan keberlangsungan operasional,” kata Agoeng.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta eksternal yang merupakan pengawas SPBU dari berbagai titik di Kota Banda Aceh, serta 25 pekerja dan operator dari SPBU CODO 13.233.404. Dengan latihan rutin semacam ini, Pertamina berharap setiap insiden kecil bisa dicegah meluas, dan respons terhadap keadaan darurat berjalan cepat serta terukur.