LINGGA — Warga Kelurahan Pancur dan sekitarnya di Kecamatan Lingga Utara, Kepulauan Riau, mengeluhkan kondisi pelayanan yang dinilai semakin mempersulit kehidupan masyarakat. Selain harus menghadapi pemadaman listrik bergilir di bawah layanan PLTD Musai, warga juga kehilangan akses komunikasi karena sinyal Telkomsel ikut lumpuh setiap kali listrik padam.
“Kalau listrik mati, sinyal Telkomsel juga hilang. Mau telepon tidak bisa, kirim pesan susah, apalagi menggunakan internet. Kami benar-benar seperti terisolasi,” ungkap Yaya, seorang warga setempat, Selasa (23/6/2026).
Persoalan ini bukan terjadi sekali atau dua kali, melainkan sudah berulang dalam beberapa waktu terakhir. Padamnya listrik yang disertai hilangnya sinyal membuat berbagai aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga pelaku usaha yang mengandalkan jaringan internet untuk bertransaksi.
Masyarakat juga menilai kondisi ini sangat mengkhawatirkan apabila terjadi keadaan darurat. Ketika listrik padam dan sinyal telekomunikasi ikut hilang, warga akan kesulitan menghubungi keluarga, tenaga kesehatan, maupun aparat keamanan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Hilangnya jaringan internet juga berdampak pada aktivitas pelajar yang membutuhkan akses pembelajaran secara daring. Selain itu, masyarakat yang mengurus layanan perbankan dan administrasi melalui aplikasi digital juga ikut terhambat.
Warga berharap pihak PLN segera memperbaiki sistem kelistrikan agar pemadaman bergilir tidak terus terjadi. Di sisi lain, masyarakat juga meminta pihak Telkomsel mengevaluasi sistem cadangan daya (backup power) pada perangkat Base Transceiver Station (BTS), sehingga layanan komunikasi tetap dapat beroperasi meski terjadi pemadaman listrik.
Yaya menegaskan bahwa listrik dan jaringan telekomunikasi merupakan kebutuhan dasar di era digital. Karena itu, pelayanan kedua sektor tersebut diharapkan berjalan lebih andal agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu akibat pemadaman listrik yang berimbas pada lumpuhnya jaringan komunikasi.