ANAMBAS — Suasana keakraban mewarnai pertemuan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, dengan tokoh agama di Kecamatan Jemaja, Jumat pagi. Duduk bersama sambil ngopi, mereka membahas isu sosial dan pembangunan daerah.
Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Sahtiyar, Camat Jemaja, Ketua FKUB Ustadz Muhammad Qosim, dan Ustadz Muhtar bin Jaiz. Perbincangan berlangsung dalam suasana kekeluargaan tanpa formalitas berlebihan.
"Kami Tidak Bisa Bekerja Sendirian"
Di tengah obrolan santai, Bupati Aneng menekankan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuka agama. Menurutnya, kolaborasi erat antara pemda dan tokoh agama menjadi fondasi penting menciptakan kehidupan yang rukun dan damai.
"Kami tidak bisa bekerja sendirian. Kehadiran para tokoh agama adalah kekuatan moral yang mampu merawat persatuan di tengah keberagaman," ujar Aneng.
Modal Besar untuk Persatuan
Ketua FKUB Kepulauan Anambas, Ustadz Muhammad Qosim, menyambut baik komitmen Bupati Aneng yang terus membangun komunikasi dengan tokoh agama. Ia menilai kebersamaan seperti ini menjadi modal besar untuk memperkuat persatuan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.
"Kebersamaan seperti ini adalah modal besar. Ini yang kita butuhkan untuk terus memperkuat persatuan masyarakat Kepulauan Anambas," tuturnya.
Sinergi untuk Pembangunan Daerah
Selain penguatan nilai-nilai persatuan, pertemuan itu juga menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya membangun komunikasi berkelanjutan antara pemerintah dengan pemuka agama. Bupati Aneng menilai sinergi tersebut mampu mendukung berbagai program pembangunan daerah agar berjalan lebih efektif.
Silaturahmi semacam ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial, komunikasi terbuka dan kebersamaan dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan sekaligus mendukung kemajuan Kabupaten Kepulauan Anambas.