Travel Kontingen Pesparawi Kepri Akui Lalai Urus Tiket, Serahkan Rp 700 Juta ke Oknum Setwan DPRD

Penulis: Faisal Hasbi  •  Senin, 29 Juni 2026 | 22:08:01 WIB
Direktur agen travel akui lalai urus tiket kontingen Pesparawi Kepri ke Manokwari.

BATAM — Direktur PT Riski Efanti Bersaja, Vivi Efanti, buka suara terkait gagalnya pemberangkatan sebagian kontingen Pesparawi Kepri ke Manokwari. Ia mengakui kelalaiannya sebagai agen biro perjalanan dan menyebut adanya keterlibatan oknum pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kepri.

Uang Rp 1 Miliar Ditransfer, Rp 700 Juta Diserahkan ke Oknum

Vivi menjelaskan bahwa Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri telah mentransfer dana sebesar Rp1,016 miliar pada 7 Mei 2026 untuk tiket pulang-pergi seluruh rombongan. Namun, setelah dana diterima, ia justru menyerahkan sekitar Rp700 juta kepada oknum berinisial H pada 11 Mei 2026.

“Uang dari LPPD memang sudah ditransfer penuh kepada saya sesuai nilai invoice. Setelah itu saya membuat kerja sama dengan seorang oknum tanpa sepengetahuan LPPD maupun panitia,” ujar Vivi saat ditemui di Batam Center, Senin (29/6/2026).

Rekomendasi Pribadi Berujung Petaka

Vivi mengaku mendapat kepercayaan sebagai agen travel berkat rekomendasi dari oknum tersebut. Ia merasa tidak mungkin tidak memberi tahu H saat anggaran perjalanan cair. “Dia bilang kepada saya agar sebagian tiket rombongan dia yang urus,” jelasnya.

Namun, mendekati jadwal keberangkatan, tiket yang dijanjikan H tidak kunjung terbit. Vivi mengaku hanya bisa memberikan kode booking kepada LPPD tanpa kepastian tiket lanjutan menuju Manokwari.

Ketua LPPD Sempat Larang Keberangkatan

Vivi membantah tudingan bahwa LPPD memaksa kontingen tetap berangkat. Ia justru mengungkapkan bahwa Ketua LPPD Kepri meminta rombongan tidak diberangkatkan jika penerbangan lanjutan belum pasti. “Kalau hanya ada tiket Batam-Jakarta dan belum ada kepastian sampai Manokwari, lebih baik jangan diberangkatkan,” ujarnya menirukan pesan ketua LPPD.

Meski demikian, Vivi tetap memberangkatkan peserta ke Jakarta karena desakan dari kontingen yang sudah berada di bandara. Tiket lanjutan ke Manokwari tak kunjung didapat, termasuk rute alternatif via Sorong yang ditolak peserta karena khawatir terlambat bertanding.

Travel Siap Ganti Rugi dan Tempuh Jalur Hukum

Vivi menegaskan tidak menelantarkan peserta yang gagal terbang ke Papua. Ia mengklaim telah menyediakan hotel, transportasi, uang makan, dan tiket pulang ke Tanjungpinang. “Saya memahami kekecewaan mereka karena gagal bertanding, dan saya menerima semua konsekuensi,” katanya.

Perusahaan berjanji mengembalikan sisa dana tiket yang tak terpakai ke LPPD Kepri. Selain itu, Vivi akan menempuh jalur hukum terhadap oknum pegawai Setwan DPRD Kepri yang disebut terlibat. “Dia sudah mencemarkan nama baik saya, usaha saya juga jadi hancur,” ujarnya.

Vivi menyebut oknum tersebut berjanji mengembalikan uang pada 28 Juli 2026. Namun, ia tetap akan memproses secara hukum jika janji itu tak ditepati.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: alurnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top