KEPULAUAN RIAU — Google akhirnya memberikan kontrol backup yang lebih granular untuk perangkat Android. Fitur ini memungkinkan pengguna menentukan secara manual jenis data apa saja yang ingin disinkronkan ke akun Google mereka, bukan lagi sistem backup otomatis penuh yang selama ini berjalan.
Dengan pembaruan ini, pengguna tidak perlu lagi menghapus aplikasi hanya untuk memberi ruang bagi foto atau video. Kontrol backup baru memungkinkan pengguna memilih data spesifik—seperti kontak, riwayat panggilan, pengaturan perangkat, atau foto—secara terpisah.
Google menyebut perubahan ini sebagai langkah untuk memberikan fleksibilitas lebih besar kepada pengguna. Setiap jenis data bisa diatur sendiri tanpa harus membackup seluruh isi ponsel.
Sebelumnya, sistem backup Android bekerja secara all-or-nothing. Pengguna yang ingin menyimpan foto harus rela membackup data aplikasi dan pengaturan sistem yang mungkin tidak diperlukan. Akibatnya, ruang Google Drive cepat penuh dan pengguna dipaksa berlangganan paket penyimpanan berbayar.
Dengan kontrol baru ini, pengguna bisa membatasi sinkronisasi hanya pada file yang benar-benar penting. Ini sangat membantu bagi pemilik ponsel dengan kapasitas penyimpanan internal 64 GB atau 128 GB yang sering kehabisan ruang.
Fitur ini tersedia di menu Settings > Google > Backup. Pengguna akan melihat daftar kategori data yang bisa dipilih, termasuk:
Pengguna tinggal mencentang atau menghapus centang pada kategori yang diinginkan. Proses backup hanya akan menjalankan data yang dipilih, bukan keseluruhan isi ponsel.
Google mulai meluncurkan fitur ini secara bertahap melalui pembaruan Google Play Services. Tidak semua perangkat langsung mendapatkannya di hari yang sama. Pengguna disarankan memeriksa pembaruan sistem secara berkala di menu Settings > System > System update.
Fitur ini kompatibel dengan Android 10 ke atas. Untuk pengguna Android 9 ke bawah, sistem backup masih menggunakan mekanisme lama tanpa kontrol granular.
Pembaruan ini menjadi angin segar bagi pengguna Android yang selama ini mengeluhkan minimnya opsi backup. Dengan kontrol yang lebih presisi, pengguna tidak perlu lagi mengorbankan aplikasi demi ruang foto, atau membayar ekstra untuk penyimpanan cloud yang tidak terpakai.