KEPULAUAN RIAU — Arhan bukan pulang karena gagal. Bek kiri spesialis lemparan ke dalam itu meninggalkan PSIS Semarang pada awal 2023 untuk bergabung dengan Tokyo Verdy di kasta kedua Liga Jepang. Dua tahun di sana, ia hanya mencatatkan empat penampilan. Perjalanan berlanjut ke Suwon FC di Korea Selatan pada Januari 2024, tetapi persaingan ketat membuatnya cuma tampil dua kali dalam setahun.
Alih-alih menyerah dan langsung pulang, Arhan memilih bertahan. Januari 2025, ia pindah ke Bangkok United di Liga Thailand. Di sinilah kariernya menemukan momentum. Dalam satu setengah musim, ia mengemas 30 penampilan di berbagai ajang, termasuk Liga Champions AFC Dua dan Kejuaraan Klub ASEAN.
Pengalaman menghadapi berbagai tipe penyerang Asia Timur dan Tenggara itulah yang kini ia bawa ke Jakarta. Arhan datang untuk memanaskan persaingan di sektor kiri Persija yang sudah dihuni Dony Tri Pamungkas dan Shayne Pattynama.
"Ini adalah kesempatan yang sangat spesial bagi saya bisa bergabung dengan Persija. Kembali ke Tanah Air, bertemu lagi dengan teman-teman lama, serta kembali bekerja bersama pelatih yang sudah saya kenal tentu menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi saya," ujar Arhan dikutip dari laman resmi ileague.id.
Arhan mengaku proses adaptasi tidak akan menjadi kendala berarti. Fokus utamanya saat ini adalah langsung mengalihkan mode bertarung demi membawa Persija kembali ke papan atas.
"Saya siap bekerja keras, mengikuti arahan tim pelatih, dan memberikan kemampuan terbaik di setiap kesempatan. Saya berharap bisa berkontribusi untuk Persija dan bersama-sama meraih prestasi yang membanggakan bagi klub dan The Jakmania," kata Arhan.
Keputusan Arhan mudik bukan sekadar nostalgia. Empat setengah tahun di luar negeri telah membentuk mentalitas baja. Ia kembali dengan status berbeda dibanding saat meninggalkan Indonesia pada 2021. Bukan lagi pemain muda yang mencari pengalaman, melainkan pesepak bola yang kenyang tempaan taktik dan mentalitas kompetisi elite Asia.
Dengan kontrak tiga tahun di tangan, Arhan punya waktu panjang untuk membuktikan bahwa petualangannya di Jepang, Korea, dan Thailand bukanlah perjalanan tanpa hasil. Persija mendapatkan pemain yang sudah teruji di level tertinggi Asia — dan itu bisa menjadi pembeda di Liga 1 musim depan.