KEPULAUAN RIAU — Setelah tujuh tahun vakum, rencana bergulirnya kembali Liga Putri Indonesia pada 2026 mendapat sambutan hangat. Namun, pengumuman Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang menyebut enam klub peserta—Persita Tangerang, Persija Jakarta, Bekasi FC, Persikad Depok, Garudayaksa FC, dan Dewa United—malah memicu tanda tanya. Di mana Arema FC Women yang selama ini konsisten membina pemain putri?
Pelatih kepala Arema FC Women, Nanang Habibi, mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat informasi langsung dari penyelenggara. Tahap awal ini bukanlah kompetisi penuh, melainkan simulasi untuk menguji sistem pertandingan, regulasi, hingga kesiapan operasional.
"Arema FC Women siap. Cuma info dari penyelenggara, ini hanya percobaan sistem dan regulasi, makanya pakai wilayah Jabodetabek," ujar pelatih yang akrab disapa Coach Pepe itu.
PSSI sengaja membatasi peserta agar proses evaluasi berjalan lebih efektif. Hasil dari pra-liga ini nantinya akan menjadi dasar penyempurnaan sebelum kompetisi resmi melibatkan lebih banyak klub dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi Arema FC Women, membangun fondasi yang matang jauh lebih penting demi kompetisi yang profesional dan berkelanjutan.
"Istilahnya mungkin ini baru pra-liga. Kalau kita di Arema FC Women prinsipnya selalu siap, baik ikut pra-liga maupun liganya yang sesungguhnya nanti," kata Nanang Habibi.
Meski tak terlibat di tahap simulasi, Arema FC Women tak menghentikan aktivitas. Klub terus menjaga ritme pembinaan pemain melalui latihan rutin dan kompetisi kelompok usia. Komitmen ini dibuktikan dengan pengiriman tim U15 dan U18 ke Putaran Nasional Hydroplus Soccer League 2025/2026 di Kudus.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi jangka panjang klub dalam menyiapkan regenerasi pemain sekaligus menjaga daya saing. Sembari menunggu kepastian kompetisi senior bergulir secara nasional, Arema FC Women memilih menghormati proses yang tengah disiapkan PSSI.