Kepulauan Riau bukan cuma Batam dan Bintan. Dari Tanjungpinang yang penuh sejarah sampai Natuna yang masih perawan, provinsi ini punya jalur pelayaran yang menghubungkan gugusan pulau. Masalahnya, biaya transportasi antar pulau bisa menguras kantong kalau salah pilih basecamp. Saya sudah bolak-balik Kepri selama tiga tahun terakhir, dan pola yang sama selalu muncul: penginapan murah yang dekat pelabuhan adalah penentu utama efisiensi biaya dan waktu.
Artikel ini tidak akan membahas hotel bintang lima yang diskon 50%. Fokus saya adalah losmen, guest house, dan hotel melati yang kamarnya bersih, AC dingin, dan harga tidak bikin dompet menjerit. Semua harga yang saya sebut adalah tarif terbaru per Februari 2026, berdasarkan pengalaman menginap langsung dan konfirmasi dari resepsionis.
Letaknya di Nagoya, pusat keramaian Batam. Bukan hotel baru, tapi ini salah satu yang paling konsisten soal harga. Kamar standar mulai Rp180 ribu per malam sudah include sarapan sederhana.
Lokasi strategis: 10 menit dari Harbour Bay Ferry Terminal. Tips dari saya: minta kamar lantai 3 ke atas karena suara bising dari jalan raya cukup keras di lantai bawah. Ada minimarket 24 jam di seberang hotel.
Hotel ini sempat direnovasi tahun lalu. Kamarnya kecil—sekitar 12 meter persegi—tapi AC dan water heater bekerja sempurna. Harga Rp150 ribu per malam, tanpa sarapan.
Lokasi di Jalan Engku Putri, gang masuknya agak sempit. Kalau bawa motor, parkir gratis. Kekurangannya: tidak ada lift. Tapi untuk backpacker yang cuma numpang tidur, ini nilai lebih dari cukup.
Berada di Jalan Merdeka, persis di pusat kota Tanjungpinang. Hotel ini favorit backpacker karena jarak jalan kaki ke Pelabuhan Sri Bintan Pura hanya 5 menit. Harga kamar standar Rp120 ribu per malam.
Kamar mandi dalam, AC, dan TV. Tidak ada sarapan. Saya pernah menginap di sini saat transit ke Pulau Penyengat. Kunci kamar masih pakai anak kunci—bukan kartu—tapi itu bukan masalah selama keamanan terjaga. Resepsionis ramah dan bisa titip barang.
Hotel ini lebih ke losmen besar. Kamar mulai Rp100 ribu per malam. Fasilitas standar: kasur spring bed, AC, kamar mandi dalam. Tidak ada kolam renang atau restoran.
Lokasi di Jalan Hang Tuah, dekat dengan Pasar Bintan. Cocok untuk yang mau belanja oleh-oleh ikan teri dan kerupuk. Saran saya: bawa sandal sendiri karena lantai kamar tidak selalu dipel bersih. Tapi dengan harga segitu, ini masih masuk akal.
Karimun jarang dilirik backpacker, padahal dari sini ada kapal ke Dumai dan Malaysia. Penginapan ini di Jalan Sudirman, dekat pelabuhan. Harga Rp130 ribu per malam.
Kamar ukuran 3x4 meter, ada meja dan kursi. AC dingin, air panas stabil. Pemiliknya orang lokal yang tahu jadwal kapal. Saya pernah dapat info soal kapal cepat ke Batam yang lebih murah dari agen resmi dari resepsionis di sini.
Bukan di kawasan Lagoi yang mahal, hotel ini di Kota Tanjung Uban. Harga Rp150 ribu per malam. Kamar sederhana, lantai keramik, AC jadul yang tetap dingin.
Lokasi di Jalan Pasar Baru. Dari sini, naik angkot ke Pelabuhan Tanjung Uban cuma Rp5 ribu. Cocok untuk yang mau lanjut ke pulau-pulau kecil seperti Pulau Mapur atau Pulau Mantang.
Singkep punya tambang timah tua dan pantai yang sepi. Wisma ini di Jalan Pahlawan, dekat pelabuhan Dabo. Harga Rp100 ribu per malam, paling murah di daftar ini.
Fasilitas: kamar mandi luar, kasur busa, kipas angin. Tidak ada AC. Tapi untuk yang naik kapal malam dari Tanjungpinang dan cuma butuh tempat rebahan, ini cukup. Saya sarankan bawa kelambu portable karena nyamuk cukup agresif.
Natuna mahal untuk akomodasi. Hotel ini yang paling terjangkau: Rp200 ribu per malam. Kamar standar dengan AC dan TV. Lokasi di Jalan Batu Hitam, 15 menit dari Bandara Ranai.
Pilihan makanan terbatas di sekitar hotel. Warung nasi Padang terdekat buka sampai jam 9 malam. Tips: pesan kamar jauh-jauh hari karena Natuna sering penuh saat musim libur.
Anambas terkenal mahal karena logistik dikirim dari Batam. Homestay ini milik warga lokal, kamar Rp180 ribu per malam. Kamar mandi dalam, AC, dan dapur bersama.
Lokasi di belakang Pasar Tarempa. Dari sini, jalan kaki 10 menit ke dermaga kapal cepat. Saya pernah masak mi instan di dapur bersama jam 11 malam—tidak ada yang melarang. Pemiliknya orang tua yang ramah dan bisa kasih info soal jadwal kapal ke Pulau Matak.
Lingga adalah pulau paling sepi yang pernah saya kunjungi di Kepri. Losmen ini di Jalan Merdeka, Daik. Harga Rp120 ribu per malam. Kamar mandi luar, kasur kapuk, kipas angin.
Tidak ada AC. Listrik padam kadang dua jam sekali. Tapi pemandangan dari losmen langsung ke laut. Saya duduk di teras sambil minum kopi dan tidak ada suara kendaraan sama sekali. Cocok untuk yang benar-benar mau lepas dari hiruk pikuk.
1. Berapa harga termurah hotel di Kepulauan Riau untuk backpacker?
Mulai Rp100 ribu per malam di Wisma Melati Indah Singkep atau Hotel Sinar Buana Tanjungpinang. Fasilitas minimalis, tapi cukup untuk tidur.
2. Hotel murah apa yang dekat pelabuhan di Tanjungpinang?
CK Hotel Tanjungpinang, jarak jalan kaki 5 menit ke Pelabuhan Sri Bintan Pura. Harga Rp120 ribu per malam.
3. Apakah ada hotel murah di Batam yang dekat dengan pusat perbelanjaan?
Planet Holiday Hotel & Residence di Nagoya. Harga mulai Rp180 ribu, dekat dengan Nagoya Hill Mall dan Harbour Bay.
4. Hotel murah di Natuna yang direkomendasikan?
Hotel Natuna Indah di Ranai, harga Rp200 ribu per malam. Satu-satunya hotel dengan harga di bawah Rp300 ribu di Natuna.
5. Tips menghemat akomodasi saat backpackeran di Kepri?
Pilih hotel dekat pelabuhan untuk menghemat biaya transportasi darat. Hindari menginap di Lagoi atau Nongsa jika budget terbatas—harga di sana dua kali lipat.
Kepulauan Riau punya pilihan penginapan murah yang tersebar dari Batam sampai Natuna. Kuncinya: pilih basecamp yang dekat dengan dermaga atau terminal, dan jangan ragu tawar harga jika menginap lebih dari dua malam. Backpacker sejati tidak perlu hotel mewah—cukup kamar bersih, AC dingin, dan akses transportasi yang mudah.