Disdikbud Natuna: 116 Papan Pintar Bantuan Pusat Mulai Digunakan Guru untuk Pembelajaran Interaktif

Penulis: Teuku Fahreza  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 13:28:01 WIB
Guru di Natuna mulai gunakan 116 papan pintar bantuan pusat untuk pembelajaran interaktif.

NATUNA — Bantuan tersebut disalurkan pada 2025 untuk empat taman kanak-kanak (TK), 84 sekolah dasar (SD), dan 28 sekolah menengah pertama (SMP) di kabupaten kepulauan terluar Indonesia itu. Nasria menjelaskan, teknologi papan pintar memungkinkan guru menampilkan materi visual secara langsung, seperti gambar hewan dan organ tubuhnya dalam pelajaran IPA. Metode ini dinilai lebih menarik dibandingkan cara konvensional.

Guru Bisa Simpan Materi Digital, Evaluasi Lebih Cepat

Nasria mengatakan papan pintar tidak hanya membuat penyajian materi lebih jelas, tetapi juga menghemat waktu pendidik. Guru dapat menyimpan materi dalam format digital dan melakukan evaluasi hasil belajar siswa dengan lebih efisien.

"Dari hasil pemantauan kami, smart board telah digunakan oleh sekolah dan mempermudah pendidik mengajar," ucapnya di Natuna, Sabtu.

Ia mencontohkan, dalam pelajaran IPA, guru dapat menampilkan gambar hewan beserta organ tubuhnya melalui papan pintar. "Penyajian materi yang lebih menarik dan interaktif seperti meningkatkan motivasi belajar siswa," ujarnya.

Kebutuhan Masih Tinggi, Anggaran Daerah Belum Mampu

Meski bantuan sudah didistribusikan, Nasria mengakui jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan seluruh sekolah di Natuna. Pemerintah kabupaten belum mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan tambahan papan pintar dalam waktu dekat.

"Untuk saat ini, anggaran daerah belum memungkinkan untuk pengadaan papan pintar. Karena itu, kami memanfaatkan bantuan dari pemerintah pusat terlebih dahulu," ujarnya.

Kendati demikian, sekolah-sekolah yang telah menerima perangkat diminta memaksimalkan penggunaannya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Disdikbud Natuna akan terus memantau efektivitas papan pintar sebagai bagian dari transformasi pendidikan digital di wilayah perbatasan.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top