Rupiah Pagi Ini di Kepri Melemah ke Rp18.090 per Dolar AS, Pergerakan Dipengaruhi Data Ekonomi Amerika Serikat

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Senin, 13 Juli 2026 | 16:41:31 WIB
Rupiah di Kepulauan Riau dibuka melemah 25 poin ke level Rp18.090 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi.

BATAM — Nilai tukar rupiah di Kepulauan Riau kembali menunjukkan tren pelemahan pada awal pekan ini. Berdasarkan data pasar keuangan yang dipantau di Batam, Senin pagi, rupiah diperdagangkan pada level Rp18.090 per dolar AS, melemah 25 poin dari penutupan sebelumnya di Rp18.065 per dolar AS.

Tekanan Global Masih Menghantui Rupiah

Pelemahan rupiah pagi ini tidak lepas dari sentimen eksternal. Pelaku pasar masih mencermati data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu, termasuk angka ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa suku bunga acuan The Fed akan tetap tinggi lebih lama.

Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS di hampir seluruh pasar Asia, termasuk Indonesia. Rupiah menjadi salah satu mata uang yang tertekan, bersama dengan won Korea Selatan dan baht Thailand.

Apa Dampaknya bagi Warga Kepri?

Bagi masyarakat Kepulauan Riau, pelemahan rupiah berdampak langsung pada harga barang impor. Batam dan sekitarnya sebagai kawasan industri dan perdagangan sangat bergantung pada bahan baku impor. Harga elektronik, suku cadang mesin, dan beberapa bahan pokok berpotensi naik dalam waktu dekat.

Di sisi lain, pelemahan rupiah bisa menguntungkan sektor ekspor dan pariwisata. Nilai tukar yang lebih lemah membuat produk lokal lebih murah di mata pembeli asing, termasuk wisatawan mancanegara yang kerap berkunjung ke Batam dan Bintan.

Proyeksi Pergerakan ke Depan

Pelaku pasar valas di Kepri memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam sepekan ke depan. Fokus utama tertuju pada pidato Gubernur Bank Indonesia dan rilis data inflasi AS akhir pekan ini. Intervensi Bank Indonesia melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masih menjadi andalan untuk menahan laju pelemahan.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top