BATAM — Warga Kecamatan Lubukbaja menyambut positif langkah cepat Pemerintah Kota Batam dalam menangani krisis air bersih di kawasan Tanjunguma. Bantuan mobil tangki air langsung dikerahkan saat keluhan muncul, dan pembangunan jaringan pipa disebut tengah dipercepat.
Tokoh masyarakat Lubukbaja, Zulkifli Ismail, mengungkapkan rasa terima kasih atas respons cepat Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ia menyebut distribusi air bersih darurat menjadi solusi nyata di tengah kesulitan warga.
“Kami juga mendapat informasi bahwa pembangunan jaringan pipa menuju Tanjunguma sedang dipercepat dan ditargetkan selesai pada akhir tahun. Ini merupakan solusi nyata yang dirasakan masyarakat,” kata Zulkifli dalam keterangan yang diterima, Selasa (14/1).
Selain air bersih, progres penyelesaian sertifikasi lahan Kampung Tua seluas 22 hektare juga diapresiasi warga. Program ini dinilai berjalan lebih lancar berkat dukungan penuh dari Pemkot Batam.
Tokoh masyarakat lainnya, Suyatno, turut memuji komitmen Amsakar-Li Claudia yang aktif turun ke lapangan, termasuk melakukan inspeksi malam hari untuk memastikan keamanan fasilitas publik. Ia berharap pemerintah segera menangani titik rawan longsor di wilayah Lubukbaja untuk mengantisipasi risiko saat musim hujan tiba.
Wali Kota Amsakar Achmad menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Ia memastikan setiap persoalan yang disampaikan melalui RT dan RW akan ditindaklanjuti secara bertahap.
“Apa yang sudah kami janjikan kepada bapak dan ibu, insyaallah akan kami tunaikan. Memang ada beberapa hal yang membutuhkan proses, tetapi seluruhnya akan kami kerjakan secara bertahap sesuai kemampuan pemerintah,” ujar Amsakar.
Sejumlah program lain yang telah direalisasikan antara lain pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Pemkot Batam juga memberikan beasiswa penuh bagi puluhan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, termasuk dari wilayah hinterland.
Di bidang perlindungan sosial, Pemkot Batam terus memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Program ini menyasar pengemudi ojek, penambang pancung, hingga pengemudi becak.
Pemerintah juga telah menyalurkan insentif kepada 24.348 perangkat masyarakat. Mereka terdiri dari Ketua RT, Ketua RW, imam masjid, guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan unsur masyarakat lainnya sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung pelayanan dan pembangunan di tingkat lingkungan.