KEPULAUAN RIAU — Google Images, fitur pencarian gambar yang lahir dari fenomena gaun hijau Versace milik Jennifer Lopez di Grammy Awards 2000, kini mendapatkan suntikan kecerdasan buatan. Setelah 25 tahun beroperasi, Google memperbarui algoritma pencarian gambar agar lebih adaptif terhadap kebiasaan dan preferensi pengguna. Meski antarmuka visualnya tidak banyak berubah, sistem di belakang layar kini mampu menyajikan hasil yang "diperbarui secara real-time" dan "disesuaikan secara cerdas dengan minat unik Anda," demikian klaim Google dalam pengumuman resminya.
Salah satu perubahan yang langsung terasa adalah pada fitur koleksi atau collections. Pengguna tetap bisa menyimpan gambar dengan mengklik foto lalu memilih menu titik tiga (kebab menu) di atasnya, kemudian menekan tombol simpan. Bedanya, gambar yang sudah disimpan kini muncul sebagai tab di atas galeri utama, sehingga pengguna bisa langsung melompat kembali dan melanjutkan pencarian gambar serupa tanpa harus memulai dari awal.
Di bagian atas halaman Saved, kini tersedia dua tab: satu untuk koleksi pribadi dan satu lagi untuk semua hasil gambar. Ini memudahkan perpindahan cepat antara kedua tampilan. Perlu dicatat, untuk bisa menyimpan gambar ke koleksi, pengguna harus login ke akun Google masing-masing.
Google juga mengintegrasikan teknologi AI generasi gambar bernama Nano Banana ke dalam AI Overviews di Search. Dengan fitur ini, pengguna bisa membuat gambar langsung dari halaman hasil pencarian hanya dengan mengetikkan perintah teks (text prompt), tanpa perlu membuka aplikasi atau situs terpisah.
Fitur pembuatan gambar ini akan tersedia di semua wilayah yang sudah mendukung pembuatan gambar di AI Mode. Namun, jika Anda tidak ingin melihat AI Overviews sama sekali, Google menyediakan opsi untuk mematikannya melalui pengaturan yang bisa diakses di laman bantuan resmi mereka.
Dalam pengumuman yang sama, Google juga mengenang kembali awal mula lahirnya Google Images. Semua bermula ketika Jennifer Lopez mengenakan gaun hijau Versace yang ikonik di ajang Grammy Awards ke-42 pada awal tahun 2000. Saat itu, Google menyadari bahwa halaman hasil pencarian standar yang hanya menampilkan tautan teks tidak lagi memadai. "Orang tidak hanya ingin membaca tentang gaun itu—mereka ingin melihatnya," tulis Google. Momen inilah yang mendorong lahirnya antarmuka Google Images, yang resmi diluncurkan pada Juli 2001.
Kini, 25 tahun kemudian, Google Images tidak lagi sekadar menampilkan gambar, tetapi juga memahami konteks dan preferensi penggunanya. Pembaruan ini akan mulai dirilis untuk pengguna desktop di Amerika Serikat dengan bahasa Inggris dalam beberapa pekan mendatang. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan untuk pengguna di Indonesia atau perangkat seluler.