TANJUNGPINANG — Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, meminta seluruh perangkat daerah untuk lebih proaktif menggali potensi sumber-sumber pendapatan daerah. Permintaan itu disampaikan dalam rapat monitoring pendapatan daerah yang digelar di lingkungan Pemkot Tanjungpinang, belum lama ini.
Ariza menyoroti adanya ketimpangan antara potensi dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menekankan pentingnya pemetaan kondisi riil lapangan sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan.
“Apakah potensi pendapatan bertambah tetapi realisasinya justru menurun, atau sebaliknya,” ucap Ariza mengenai perlunya evaluasi akurat terhadap PAD dan retribusi daerah, Senin lalu.
Dalam rapat tersebut, Raja Ariza memaparkan sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan penerimaan daerah. Beberapa di antaranya adalah optimalisasi pajak daerah dan perluasan objek pajak.
“Evaluasi berbasis data sangat penting agar setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran pajak bagi warga juga menjadi salah satu fokus yang diinstruksikan. Langkah ini diharapkan mampu mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Ariza menegaskan, sinergi lintas perangkat daerah harus semakin kuat dalam mengoptimalkan potensi PAD. Menurutnya, kolaborasi antar instansi menjadi kunci agar target pendapatan daerah dapat tercapai.
“Sinergi lintas perangkat daerah harus semakin kuat dalam mengoptimalkan potensi PAD, agar mampu mendukung pembiayaan daerah,” pungkasnya.
Pemkot Tanjungpinang saat ini terus berupaya menggali sumber-sumber pendapatan baru. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut.