SELAYAR — Jumlah korban selamat dalam tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa bertambah menjadi 46 orang setelah tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sejumlah penumpang di perairan Laut Flores. Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, mengonfirmasi bahwa satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara 23 penumpang lainnya masih dalam pencarian intensif.
Operasi penyelamatan skala besar kini dikerahkan dengan fokus pencarian di sekitar lokasi kejadian dan area yang telah diperhitungkan melalui metode Search and Rescue Planning (Sarmap). "Pencarian masih berlangsung dengan fokus di sekitar lokasi kejadian dan area yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan Sarmap," kata Edy di Jakarta, Kamis (16/7).
KM Nurul Salsa bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WITA. Di tengah pelayaran, kapal mengalami mati mesin di posisi perairan barat Pulau Polassi, berjarak sekitar 43 nautical mile dari pelabuhan tujuan. Gangguan teknis itu membuat kapal terombang-ambing hingga akhirnya tenggelam.
Dalam fase penyelamatan awal, sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita pada Kamis subuh di lokasi sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian. Lima korban selamat lainnya ditemukan oleh kapal nelayan setempat dan dievakuasi ke Pulau Polassi.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan Tim Rescue Basarnas Makassar, TNI AL dengan KRI Marlin 877, BPBD Selayar, Syahbandar, Polairud, serta puluhan kapal nelayan lokal. Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menyatakan bahwa proses pencarian dan evakuasi dilakukan dengan menyusuri perairan menggunakan KRI Marlin-877.
"Setelah kami dapat informasi tentang kapal penumpang KLM Nurul Salsa 01 di Laut Flores, sebelah selatan Pulau Polassi, prajurit langsung dikerahkan melakukan penyisiran dari dermaga Mako Kodaeral VI ini," ujar Andi di Makassar.
Berdasarkan data terbaru dari Kantor SAR Makassar, jumlah keseluruhan penumpang dan awak kapal mencapai 70 orang, melonjak dari laporan awal yang mencatat 50 orang. Selisih data manifes ini mendorong tim SAR gabungan untuk memperluas area pencarian di sekitar perairan Selayar.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih terus melakukan penyisiran untuk menemukan 23 penumpang yang belum ditemukan. Masyarakat dan keluarga korban diimbau untuk tetap menunggu informasi resmi dari posko SAR terdekat.