TANJUNGPINANG — Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui rapat koordinasi pendidikan yang dipimpin langsung Wali Kota Lis Darmansyah memutuskan untuk menggelar program retreat bagi 75 kepala sekolah. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan para kepala sekolah di lingkungan Pendidikan Kota Tanjungpinang.
Lis Darmansyah menyebut kepala sekolah tidak bisa lagi hanya berfokus pada urusan administrasi. Ia menuntut para pemimpin satuan pendidikan itu menguasai seluruh lini persoalan di sekolah.
“Kita akan meraih keberhasilan apabila kepala sekolah mampu me-maintenance SDM yang ada dengan baik,” ujar Lis dalam rapat yang digelar di Tanjungpinang, baru-baru ini.
Pernyataan itu menegaskan bahwa tantangan kepala sekolah saat ini tidak hanya soal transfer ilmu pengetahuan kepada anak didik. Lis menambahkan bahwa pembentukan karakter dan ketahanan diri siswa harus berjalan berbarengan dengan penguasaan materi pelajaran.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mendampingi setiap sekolah dalam menyusun masterplan sederhana. Rencana itu akan menjadi kerangka pengembangan fisik sekolah secara berkala, mulai dari ruang kelas hingga fasilitas penunjang lainnya.
Pemerintah daerah mengarahkan fokus pembangunan sektor pendidikan berbasis teknologi. Langkah ini diambil guna mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di era digital.
Rapat koordinasi tersebut juga menjadi ajang evaluasi kinerja guru dan program bantuan gratis yang selama ini berjalan. Pemkot Tanjungpinang menilai masih ada celah yang perlu diperbaiki dalam hal pengelolaan tenaga pendidik dan distribusi bantuan ke sekolah-sekolah.
Retreat bagi 75 kepala sekolah direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. Belum diumumkan secara rinci lokasi dan durasi pelaksanaan kegiatan tersebut.