BATAM — BP Batam melalui Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) bersama PT Air Batam Hilir (ABH) menempatkan ketahanan air sebagai prioritas utama menghadapi musim kemarau. Langkah ini diambil setelah BMKG memperingatkan 72,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran lahan di Kepulauan Riau.
Kesiapsiagaan dilakukan sejak dini mengingat waduk merupakan sumber utama air baku di Batam. Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, memaparkan empat strategi yang akan dijalankan secara simultan.
Denny menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan air. Menurutnya, kelestarian lingkungan di sekitar sumber air adalah kunci utama yang kerap terlupakan.
"Menjaga sumber air tidak cukup hanya dengan membangun dan memelihara infrastruktur. Kita juga harus menjaga lingkungan di sekitar sumber air. Ini tanggung jawab bersama karena keberlanjutan air Batam sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga alam hari ini," tegas Denny.
BP Batam mengajak seluruh warga berpartisipasi aktif dalam menjaga ketahanan air dengan kebiasaan sederhana sehari-hari. Langkah kecil ini dinilai berdampak besar jika dilakukan kolektif.
"Menggunakan air seperlunya, memastikan tidak ada kebocoran, dan mematikan keran saat tidak dipakai adalah langkah sederhana yang dampaknya sangat berarti jika dilakukan bersama-sama," pungkas Denny.
Warga juga diminta memeriksa instalasi air di rumah masing-masing serta mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sekunder. Menjaga kebersihan lingkungan dan kawasan resapan air di sekitar permukiman juga menjadi poin penting dalam imbauan ini.