Pencarian

BP Batam Siapkan 4 Langkah Strategis Hadapi Puncak Kemarau Agustus 2026, Termasuk Teknologi Olah Air Laut

Rabu, 12 Agustus 2026 • 14:46:31 WIB
BP Batam Siapkan 4 Langkah Strategis Hadapi Puncak Kemarau Agustus 2026, Termasuk Teknologi Olah Air Laut
BP Batam dan PT Air Batam Hilir menyiapkan empat langkah strategis menghadapi puncak kemarau Agustus 2026, termasuk pemantauan real-time debit waduk.

BATAM — BP Batam melalui Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) bersama PT Air Batam Hilir (ABH) menempatkan ketahanan air sebagai prioritas utama menghadapi musim kemarau. Langkah ini diambil setelah BMKG memperingatkan 72,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran lahan di Kepulauan Riau.

Empat Langkah Kunci Jaga Debit Waduk

Kesiapsiagaan dilakukan sejak dini mengingat waduk merupakan sumber utama air baku di Batam. Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, memaparkan empat strategi yang akan dijalankan secara simultan.

  • Pemantauan Real-Time: Kondisi dan ketersediaan air baku dipantau terus-menerus untuk menentukan langkah operasional yang tepat di lapangan.
  • Optimalisasi Interkoneksi Waduk: Jaringan antar-waduk diperkuat untuk mendistribusikan air ke wilayah yang mengalami penurunan debit paling signifikan.
  • Pelestarian Daerah Tangkapan Air: Reboisasi dan penguatan kawasan resapan digencarkan, sekaligus mencegah aktivitas yang merusak fungsi lingkungan.
  • Pengembangan Sumber Air Jangka Panjang: Pemanfaatan teknologi pengolahan air laut (SWRO) mulai didorong untuk memperkuat cadangan air bersih di masa depan.

Menjaga Alam Bagian dari Infrastruktur Air

Denny menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan air. Menurutnya, kelestarian lingkungan di sekitar sumber air adalah kunci utama yang kerap terlupakan.

"Menjaga sumber air tidak cukup hanya dengan membangun dan memelihara infrastruktur. Kita juga harus menjaga lingkungan di sekitar sumber air. Ini tanggung jawab bersama karena keberlanjutan air Batam sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga alam hari ini," tegas Denny.

Apa yang Bisa Dilakukan Warga?

BP Batam mengajak seluruh warga berpartisipasi aktif dalam menjaga ketahanan air dengan kebiasaan sederhana sehari-hari. Langkah kecil ini dinilai berdampak besar jika dilakukan kolektif.

"Menggunakan air seperlunya, memastikan tidak ada kebocoran, dan mematikan keran saat tidak dipakai adalah langkah sederhana yang dampaknya sangat berarti jika dilakukan bersama-sama," pungkas Denny.

Warga juga diminta memeriksa instalasi air di rumah masing-masing serta mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sekunder. Menjaga kebersihan lingkungan dan kawasan resapan air di sekitar permukiman juga menjadi poin penting dalam imbauan ini.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: anambasnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks