Empat Hari Reses di Serasan, Anggota DPRD Kepri Mustamin Bakri Temukan Keluhan Listrik Padam Bergilir dan Pelabuhan Ro-Ro

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:31:01 WIB
Anggota DPRD Kepri Mustamin Bakri menyampaikan temuan keluhan warga terkait pemadaman listrik bergilir di Serasan, Natuna.

NATUNA — Kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau di Serasan dan Serasan Timur, Kabupaten Natuna, membawa sejumlah temuan krusial. H. Mustamin Bakri, politisi Partai Golkar, menyoroti langsung persoalan kelistrikan yang tengah dihadapi warga setempat, terutama akibat kerusakan peralatan pembangkit yang memicu pemadaman bergilir.

Selama berada di lapangan, Mustamin mengaku merasakan sendiri dampak gangguan pasokan listrik tersebut. Kondisi ini, menurutnya, tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menghambat jalannya pelayanan kesehatan, pemerintahan, hingga kegiatan belajar mengajar.

Gangguan Pasokan Listrik di Serasan dan Batu Berian

Kerusakan pada peralatan pembangkit menjadi biang keladi pemadaman yang terjadi secara bergilir di Serasan dan Serasan Timur. Mustamin menegaskan bahwa persoalan ini membutuhkan penanganan cepat agar aktivitas masyarakat dan pelayanan dasar tidak terusik.

“Selama empat hari kita berada di Serasan, kita juga merasakan langsung persoalan listrik yang dialami masyarakat. Saat ini akibat adanya kerusakan alat, terjadi pemadaman bergilir. Kondisi seperti ini harus segera mendapatkan perhatian dan penanganan cepat,” ujarnya kepada media, Rabu (19/8/2026).

Ia menambahkan, keluhan serupa juga datang dari warga Batu Berian. Pasokan listrik di wilayah tersebut dilaporkan belum menyala selama 24 jam penuh, sebuah kondisi yang dirasa kurang memadai untuk mendukung operasional fasilitas publik.

“Untuk Batu Berian, masyarakat juga menyampaikan bahwa listrik belum menyala 24 jam. Ini menjadi perhatian kita karena pelayanan kesehatan, pemerintahan dan pendidikan membutuhkan dukungan listrik yang memadai,” jelas politisi Partai Golkar tersebut.

Mendorong Konektivitas Laut Lewat Pelabuhan Ro-Ro

Di samping persoalan energi, aspirasi tentang infrastruktur transportasi juga mencuat dalam reses tersebut. Mustamin mengungkapkan adanya permintaan warga untuk pembangunan pelabuhan Ro-Ro (roll-on/roll-off) di Serasan guna melancarkan mobilitas orang dan distribusi barang.

Kebutuhan infrastruktur serupa dinilai juga relevan untuk wilayah Midai dan Subi. Menurutnya, penguatan konektivitas laut merupakan kunci bagi daerah kepulauan seperti Natuna untuk mendorong roda perekonomian.

“Pelabuhan Ro-Ro di Serasan menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan masyarakat. Kita juga melihat kebutuhan yang sama untuk wilayah Midai dan Subi. Ini berkaitan dengan bagaimana konektivitas antarpulau bisa semakin baik,” ujarnya.

Transportasi Laut dan Komitmen Tindak Lanjut

Pengalaman menggunakan kapal Perintis untuk kembali dari Pelabuhan Serasan ke Natuna kian menegaskan vitalnya peran transportasi laut bagi warga kepulauan. Mustamin menyebut sarana ini menjadi urat nadi penghubung antarwilayah yang harus terus diperkuat.

Seluruh masukan yang dihimpun selama empat hari reses itu akan dibawa dan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Mustamin berharap ada tindak lanjut nyata dari pemerintah, khususnya untuk pemulihan pasokan listrik dan realisasi pembangunan pelabuhan.

“Harapan kita persoalan yang dirasakan masyarakat ini tidak hanya didengar, tetapi ada tindak lanjut dan penanganan. Untuk listrik, kita berharap perbaikannya bisa dilakukan secepatnya agar tidak mengganggu pelayanan dan aktivitas masyarakat. Sementara untuk konektivitas, kebutuhan infrastruktur seperti pelabuhan Ro-Ro juga akan kita dorong sesuai kewenangan yang ada,” pungkasnya.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: anambasnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top