Gubernur Kepri Ansar Ajak JAM-Intel Kejagung Telusuri Sejarah Kesultanan Riau-Lingga di Pulau Penyengat

Penulis: Zulkifli Arief  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:31:02 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan silsilah Raja Ali Haji kepada JAM-Intel Kejagung di Balai Adat Indera Perkasa, Pulau Penyengat.

TANJUNGPINANG — Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memanfaatkan kunjungan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) Kejagung RI Reda Manthovani untuk mengenalkan jejak peradaban Melayu di Pulau Penyengat. Rombongan memulai penelusuran dari Balai Adat Indera Perkasa, tempat Ansar memaparkan silsilah pahlawan nasional Raja Ali Haji.

Warisan Gurindam Dua Belas dan Tugu Bahasa

Di lokasi yang sama, Ansar menunjukkan maket museum dan Monumen Tugu Bahasa. Ia menjelaskan karya monumental Raja Ali Haji, Gurindam Dua Belas, yang telah mendunia dan menjadi bagian penting dari khazanah sastra Melayu.

Gubernur menegaskan bahwa Pulau Penyengat menyimpan nilai sejarah yang sangat tinggi. Menurutnya, pulau ini menjadi bukti nyata kejayaan Kerajaan Melayu Riau-Lingga pada masa lampau.

Ziarah ke Makam Engku Putri dan Raja Ali Haji

Rombongan kemudian berziarah ke kompleks makam Raja Hamidah atau Engku Putri. Mereka memanjatkan doa di makam Engku Putri dan Raja Ali Haji, dua tokoh yang disebut Ansar berperan besar dalam membangun peradaban Melayu.

Ansar menceritakan perjuangan kedua tokoh tersebut dengan detail. Rombongan Kejagung RI mendengarkan kisah sejarah itu dengan penuh khidmat sebelum melanjutkan perjalanan ke Masjid Raya Sultan Riau Penyengat.

Masjid Ikonik dan Arsitektur Bersejarah

Di masjid ikonik tersebut, Ansar menerangkan sejarah pembangunan dan keunikan arsitektur bangunan yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kepri. Ia juga memamerkan detail bangunan bersejarah yang masih terjaga kelestariannya hingga kini.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Kepri memiliki warisan Islam dan budaya Melayu yang kuat," kata Ansar dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).

Apresiasi JAM-Intel Kejagung

Reda Manthovani mengagumi kelestarian situs sejarah di Pulau Penyengat. Ia menilai pulau ini memegang peran besar dalam perkembangan peradaban kawasan Melayu, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara.

Pemerintah Provinsi Kepri terus mendorong Pulau Penyengat sebagai pusat edukasi sejarah dan pariwisata terpadu. Langkah ini sekaligus menjaga warisan leluhur agar generasi muda tetap mengenal akar budayanya.

Ansar meyakini promosi langsung kepada pejabat pusat seperti JAM-Intel Kejagung dapat memperkuat citra Pulau Penyengat di tingkat nasional. Kunjungan semacam ini dinilai strategis untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Kepulauan Riau. (sha)

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: hariankepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top