LINGGA — Pemerintah Kabupaten Lingga bergerak menyelaraskan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pemerintah provinsi. Wakil Bupati Lingga didampingi Asisten II serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga mengikuti Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG se-Provinsi Kepulauan Riau secara virtual.
Rakor yang digelar melalui Zoom Meeting itu berlangsung dari Ruang Rapat Dinas Kesehatan Dabo Singkep, mulai pukul 09.00 WIB. Kehadiran tiga pilar pemerintahan daerah ini menjadi sinyal kuat komitmen Lingga dalam menyukseskan program prioritas nasional tersebut.
Fokus Koordinasi: Ketepatan Sasaran hingga Efektivitas Lapangan
Agenda rakor kali ini menyoroti aspek teknis penyelenggaraan MBG yang dinilai krusial. Pembahasan tidak hanya berputar pada pendistribusian makanan, tetapi juga memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat dan efektivitas pelaksanaan di lapangan.
Dengan koordinasi lintas pemerintah daerah ini, diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih data maupun kendala logistik yang kerap menghambat penyaluran bantuan pangan. Pemerintah Kabupaten Lingga berkomitmen membangun komunikasi intensif dengan provinsi dan pihak terkait lainnya.
MBG untuk Kualitas SDM Lingga yang Lebih Baik
Program MBG sendiri merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menekan angka stunting dan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok sasaran seperti anak sekolah dan ibu hamil. Pemerintah Kabupaten Lingga menilai program ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan gizi jangka pendek.
Lebih dari itu, sinergi yang kuat dalam pelaksanaan MBG diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lingga secara berkelanjutan. Manfaat nyata dari program ini akan terukur dari perbaikan status kesehatan dan kecerdasan generasi penerus di daerah yang dikenal sebagai Kabupaten Seribu Gurindam tersebut.
Melalui rakor ini pula, Pemkab Lingga berharap setiap kendala teknis di lapangan dapat diantisipasi lebih dini. Kolaborasi yang solid antara dinas pendidikan, dinas kesehatan, dan Badan Gizi Nasional diharapkan menjadi kunci kelancaran distribusi MBG hingga ke pelosok pulau.