26 Paket Infrastruktur BP Batam 2026: Jalan Kargo Bandara hingga Drainase 133 Titik Banjir, Ini Rinciannya

Penulis: Zulkifli Arief  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:37:01 WIB
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, memaparkan rencana pembangunan infrastruktur tahun 2026 di Batam.

BATAM — Rencana pembangunan infrastruktur BP Batam tahun depan tidak lagi sekadar membangun jalan baru. Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menegaskan seluruh program diarahkan untuk mengejar dua target sekaligus: menekan biaya logistik agar investasi masuk, dan memastikan layanan dasar warga berjalan andal.

"Kami juga fokus terhadap akses jalan, utilitas jalan, pelabuhan dan bandara. Kami juga fokus pada penanganan banjir," ujarnya kepada awak media, Rabu (26/8/2026).

19 Paket untuk Dorong Investasi dan Konektivitas

Pada klaster ekonomi, BP Batam menyiapkan tiga kelompok program dengan total 19 paket. Kelompok pertama soal konektivitas dan logistik yang memuat sembilan paket, termasuk di dalamnya jalan masuk kargo Bandara Hang Nadim, Jalan Kartini (Temiang-Marina City), serta peningkatan Jalan Hang Tuah.

Dua paket lainnya yang masuk prioritas adalah revitalisasi trestle, pontoon, dan tiang pancang di Sekupang, serta jalan kawasan industri Tanjung Gundap dan Kabil. Sisanya, empat paket dialokasikan untuk utilitas seperti dinding penahan tanah Wisma Batam dan IPAL domestik KPLI-B3.

Enam paket sisanya dikhususkan untuk Kawasan Rempang, meliputi pembangunan kantor camat, kantor lurah, markas Koramil, hingga masjid. "Pembangunan agar masyarakat yang direlokasi mendapatkan fasilitas yang layak," kata Direktur Pembangunan Infrastruktur BP Batam, Fesly Abadi Paranoan.

133 Titik Banjir Jadi Pekerjaan Rumah Terbesar

Di luar urusan investasi, BP Batam memetakan 133 titik genangan prioritas hasil survei lapangan. Dari jumlah itu, hanya 19 titik yang ditangani langsung oleh BP Batam, enam titik dikerjakan bersama Pemko Batam, dan 108 titik lainnya menjadi kewenangan pemerintah kota.

"Kita kerja tidak ada tanggal merah, kerja siang malam," tegas Mouris menanggapi target penyelesaian 25 titik banjir pada 2026.

Untuk mendukung target tersebut, disiapkan 19 paket pembangunan yang mencakup peningkatan drainase di Kawasan Melcem Batu Ampar, Simpang Kabil, Green Nongsa, hingga pembangunan jembatan di Jl. Raja Alikelana dan RS Bhayangkara.

7 Area Stress SPAM Masih Menunggu Penanganan

Persoalan air bersih juga menjadi sorotan. BP Batam mengidentifikasi 18 stress area, di mana 11 di antaranya sudah tertangani. Tujuh area lainnya masih memerlukan paket pembangunan lanjutan, termasuk peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan jaringan distribusi.

Delapan paket pendukung disiapkan, salah satunya pembangunan IPA 50 lpd Sei Ladi yang masuk skema multiyears 2025-2026. Ada pula jaringan distribusi untuk kawasan Piayu, Sei Tamiang, dan Bhayangkara yang dijadwalkan berjalan tahun depan.

BP Batam juga menyiapkan pipeline perencanaan tahap berikutnya untuk lima sektor, mulai dari perimeter kargo Bandara Hang Nadim, jalan Sei Lekop, hingga pembangunan SWRO di Nongsa, Kabil, dan Batu Ampar untuk ketahanan air. Sektor pelabuhan turut masuk daftar dengan rencana pembangunan container yard, Dermaga Selatan, dan sistem pemadam.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: ulasan.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top