Kemenpar dan Danantara Siap Garap Investasi Destinasi Wisata demi Lapangan Kerja Baru

Penulis: Teuku Fahreza  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:32:01 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menandatangani nota kesepahaman kerja sama pengembangan destinasi wisata di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

KEPULAUAN RIAU — Kerja sama strategis antara Kemenpar dan BPI Danantara mulai memasuki tahap perencanaan konkret. Juru Bicara Kemenpar, Imam Priyono, mengungkapkan bahwa sinergi ini mencakup pengembangan destinasi dan infrastruktur, investasi industri pariwisata, peningkatan kapasitas SDM, hingga penguatan pemasaran dan pengembangan produk wisata minat khusus.

"Namun seperti apa skema kerjanya, saat ini masih dalam diskusi," ujar Imam dalam keterangan resminya, Senin (18/8/2026).

Investasi Infrastruktur Jadi Prioritas Utama

Langkah ini menjadi jawaban atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026. Kepala Negara meminta agar aset BUMN yang belum optimal, mulai dari tanah, gedung, hingga kawasan wisata, tidak dibiarkan tanpa manfaat dan harus segera dimanfaatkan untuk membuka lapangan kerja.

Danantara, yang dipimpin Rosan Roeslani, dipandang memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan aset dan ekosistem investasi pariwisata nasional. Kemenpar memastikan kebutuhan pengembangan sektor pariwisata akan dihubungkan langsung dengan peluang investasi yang ada.

Pemetaan Destinasi Prioritas Dimulai

Untuk destinasi atau proyek yang menjadi prioritas investasi, proses pemetaan dan pembahasan akan dilakukan secara terukur. Imam menegaskan bahwa pertimbangan utamanya adalah kesiapan, kelayakan, dan potensi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Kami memastikan setiap program yang disusun produktif, akuntabel, dan berkelanjutan," tambahnya.

Kerja sama ini sebelumnya telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani di Kantor Danantara, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Kolaborasi Maskapai dan Hotel untuk Paket Terpadu

Di luar pengembangan infrastruktur, Kemenpar juga membuka peluang kolaborasi antara industri penerbangan dan akomodasi. Inisiasi pertemuan telah dilakukan antara maskapai penerbangan Indonesia dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta sejumlah jejaring perhotelan.

Pembahasan awal mengarah pada potensi pemanfaatan miles penerbangan dalam industri akomodasi melalui skema bundling produk. Artinya, wisatawan nantinya bisa mendapatkan paket tiket pesawat dan hotel dalam satu pembelian dengan harga lebih kompetitif.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi, mulai dari transportasi hingga akomodasi. Bagi traveler, ini kabar baik karena akan semakin banyak pilihan paket liburan hemat dalam waktu dekat.

Bagi Anda yang berencana liburan dalam beberapa bulan ke depan, perkembangan kerja sama ini layak dipantau. Skema bundling dan investasi destinasi baru berpotensi menghadirkan pengalaman wisata berbeda dengan harga lebih terjangkau. Informasi terkini mengenai destinasi prioritas dan paket wisata dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi Kemenpar dan BPI Danantara.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: infobanknews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top