Harga BBM Nonsubsidi 27-28 Agustus 2026 Turun, Pertalite dan Biosolar Tetap Rp10.000

Penulis: Teuku Fahreza  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:53:02 WIB
Petugas memeriksa harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina di Kepulauan Riau, 27 Agustus 2026.

KEPULAUAN RIAU — Kebijakan ini memberikan kepastian bagi pengguna kendaraan roda dua dan angkutan umum yang mengandalkan BBM bersubsidi. Sementara itu, penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan mekanisme berkala yang dipengaruhi harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di tiap daerah.

Rincian Harga BBM Nonsubsidi per 27-28 Agustus 2026

PT Pertamina Patra Niaga mencatat penurunan harga untuk wilayah Jawa Timur, dengan rincian sebagai berikut:

- Pertamax: turun Rp300 menjadi Rp15.950 per liter - Pertamax Green 95: turun Rp400 menjadi Rp16.600 per liter - Pertamax Turbo: turun Rp1.000 menjadi Rp18.300 per liter - Dexlite: tetap Rp19.700 per liter - Pertamina Dex: tetap Rp21.150 per liter

Perlu dicatat, harga Pertamax bervariasi di luar Jawa Timur. Di Sumatera Utara dan Kalimantan Timur, Pertamax dijual Rp16.300 per liter, sementara di Riau dan Kalimantan Selatan mencapai Rp16.600 per liter.

SPBU swasta juga menerapkan penyesuaian. BP-AKR menurunkan harga BP 92 dari Rp16.670 menjadi Rp16.130 per liter, dan BP Ultimate dari Rp17.240 menjadi Rp16.760 per liter. Namun, BP Ultimate Diesel naik dari Rp21.340 menjadi Rp21.910 per liter.

Shell mengikuti pola serupa untuk produk diesel. Shell V-Power Diesel naik dari Rp21.340 menjadi Rp21.910 per liter per 28 Agustus 2026.

Mengapa Harga BBM Nonsubsidi Bisa Turun?

Penurunan harga bensin nonsubsidi terjadi karena dinamika harga minyak mentah dunia yang cenderung melemah dalam beberapa pekan terakhir. Nilai tukar rupiah yang relatif stabil turut membantu menahan laju kenaikan harga.

Berbeda dengan bensin, harga diesel di SPBU swasta justru naik. Kenaikan ini dipengaruhi permintaan sektor industri dan logistik yang tetap tinggi, serta perbedaan komposisi pajak di tiap daerah.

Apa Artinya bagi Konsumen?

Bagi pengguna kendaraan bermesin bensin nonsubsidi, penurunan harga ini memberi sedikit ruang napas. Pengisian penuh tangki Pertamax Turbo untuk mobil berkapasitas 45 liter, misalnya, kini lebih murah Rp45.000 dibandingkan periode sebelumnya.

Sebaliknya, pengguna kendaraan diesel di SPBU swasta harus menyiapkan anggaran ekstra. Selisih kenaikan Rp570 per liter berarti tambahan biaya sekitar Rp28.500 untuk setiap pengisian 50 liter.

Bagi yang selama ini menggunakan Pertalite atau Biosolar, tidak ada perubahan. Kedua jenis BBM tersebut tetap menjadi pilihan termurah dan ketersediaannya dijamin pemerintah melalui penyaluran di seluruh SPBU Pertamina.

Catatan Penting untuk Konsumen

Harga BBM nonsubsidi di setiap SPBU bisa berbeda karena komponen PBBKB yang ditetapkan pemerintah provinsi masing-masing. Konsumen disarankan mengecek harga resmi di pompa atau aplikasi MyPertamina sebelum melakukan pengisian.

Penyesuaian harga berikutnya akan ditentukan berdasarkan evaluasi berkala terhadap harga minyak dunia dan kurs rupiah. Informasi lengkap mengenai harga terbaru dapat diakses melalui situs resmi Pertamina Patra Niaga, BP-AKR, dan Shell Indonesia.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: bataviapos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top