TANJUNGPINANG — Data kejadian karhutla di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau itu terungkap dalam apel yang dihadiri Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang Syarifah Elvyzana, serta unsur TNI, Kejaksaan Negeri, Basarnas, BMKG, dan jajaran Polresta Tanjungpinang. Personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, SAR, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, dan Tagana turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, peralatan, serta pola koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi potensi karhutla.
Indra Ranu Dikarta mengingatkan bahwa karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat, menyebabkan pencemaran udara, memicu gangguan kesehatan, serta menimbulkan dampak ekonomi dan sosial. Ia menekankan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama, bukan menunggu api membesar.
“Jangan sampai kita menunggu api membesar baru kemudian bertindak. Deteksi dini, patroli, pemantauan titik rawan, edukasi kepada masyarakat serta respons cepat harus dilaksanakan secara konsisten,” ujarnya dalam amanat yang dikutip dari rilis resmi Polresta Tanjungpinang.
Dalam apel tersebut, Kapolresta memberikan sejumlah instruksi konkret kepada seluruh personel yang terlibat. Pertama, meningkatkan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan karhutla. Kedua, melaksanakan patroli dan pemantauan secara intensif di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi kebakaran.
Ketiga, mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Keempat, memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana pemadaman. Kelima, melaksanakan respons cepat dan terpadu terhadap setiap laporan kejadian karhutla yang masuk.
Indra Ranu Dikarta meminta seluruh unsur tidak bekerja secara sektoral. Ia menekankan pentingnya komunikasi efektif antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat.
“Kepada seluruh unsur yang tergabung dalam penanganan Karhutla, saya minta meningkatkan koordinasi dan sinergitas. Jangan bekerja secara sektoral, tetapi bangun komunikasi yang efektif,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap kejadian karhutla segera dilaporkan dan ditindaklanjuti dengan mengerahkan kekuatan serta sarana yang tersedia secara terukur. Kecepatan, ketepatan, dan keselamatan harus diutamakan dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.
Kapolresta mengajak masyarakat Kota Tanjungpinang untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar lahan untuk membuka kebun atau membuang puntung rokok sembarangan di area rawan.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita tingkatkan kesiapsiagaan, soliditas dan sinergitas seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah dan menangani setiap potensi Karhutla secara cepat, terpadu dan profesional,” pungkasnya.