KEPULAUAN RIAU — Legenda musik country Dolly Parton meninggal dunia pekan lalu di usia 80 tahun setelah berjuang melawan kanker. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi jutaan penggemar di seluruh dunia, dari London hingga Santa Monica.
Di tengah suasana duka tersebut, Bill Maher justru menyampaikan penghormatan yang dianggap dangkal di acaranya, Jumat malam (pekan lalu). Alih-alih menyoroti pencapaian Parton sebagai musisi dan filantropis, Maher memilih melontarkan lelucon tentang reaksi publik atas kematian sang idola.
"Semua orang di negara ini, bahkan di seluruh dunia, hanya bisa membicarakan betapa sedihnya kita kehilangan Dolly Parton," ujar Maher di sela monolog pembukanya. "Di London mereka mengadakan acara. Ferris wheel di Santa Monica menyala dengan simbol hati. Empire State Building memancarkan cahaya merah muda. The Sphere di Las Vegas bahkan menambahkan 'puting' di layarnya."
Lelucon terakhir itu langsung menuai reaksi negatif. Banyak penonton menilai komentar tersebut tidak menghormati sosok Parton yang selama ini identik dengan kerja sosialnya, bukan sekadar ikon pop.
Dolly Parton bukan hanya penyanyi country legendaris. Ia adalah simbol ketulusan melalui Imagination Library, program donasi buku yang telah menginspirasi jutaan anak di dunia untuk gemar membaca. Reputasinya sebagai selebriti yang rendah hati dan dermawan membuatnya dijuluki "selebriti terakhir yang dicintai semua orang" sebelum wafat.
Kritik terhadap Maher pun mengalir deras di media sosial. Banyak yang menilai seorang komedian senior seharusnya bisa membedakan antara humor satir dan momen penghormatan yang layak bagi figur publik sekaliber Parton.
Menariknya, penghormatan yang gagal ini datang di saat Maher tengah berada dalam pusaran kontroversi politik. Pekan yang sama, ia membela Natalie Harp, juru bicara Donald Trump yang dijuluki "human printer", dan mengaku takut mengolok-olok hubungannya dengan mantan presiden AS tersebut. Hal itu menyusul gugatan hukum dari Laura Loomer, yang sebelumnya menuntutnya dan kasusnya telah dibatalkan pengadilan.
Maher juga terlihat mesra dengan Hunter Biden di tengah blitz media putra presiden AS itu. Rangkaian kontroversi ini membuat kritik terhadap penampilannya pekan lalu semakin tajam, karena dianggap menunjukkan standar ganda dalam memilih materi lawakan.
Hingga berita ini diturunkan, Maher belum memberikan tanggapan resmi atas kritik publik terhadap monolognya. Namun, insiden ini menegaskan bahwa garis antara humor dan rasa hormat kerap menjadi medan yang sulit dinavigasi, bahkan bagi komedian berpengalaman sekalipun.