Pencarian

Mau Punya Rumah Tapi Gaji di Bawah Rp 2,6 Juta? Bos BTN Beberkan Jurusnya

Minggu, 24 Mei 2026 • 13:35:05 WIB
Mau Punya Rumah Tapi Gaji di Bawah Rp 2,6 Juta? Bos BTN Beberkan Jurusnya
Bos BTN menjelaskan strategi kepemilikan rumah bagi pekerja bergaji di bawah Rp 2,6 juta.

KEPULAUAN RIAU — Pemerintah dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mendorong kepemilikan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok berpendapatan rendah. Dalam acara Jogja Financial Festival, Sabtu (23/5/2026), Nixon menjelaskan bahwa kunci utama agar program tepat sasaran adalah dengan memetakan kelompok penghasilan.

KPR Subsidi untuk Gaji di Atas Rp 2,6 Juta

Bagi masyarakat dengan penghasilan di atas Rp 2,6 juta per bulan, akses ke rumah bisa ditempuh lewat KPR subsidi. Nixon menegaskan, program ini berbeda dengan KPR komersial karena ada batas maksimal penghasilan yang diatur pemerintah.

"Desil tiga sampai desil delapan itu sudah bisa diintervensi pakai KPR subsidi kalau dari sisi KPR," ungkap Nixon.

Skema ini menyasar kelompok yang secara ekonomi sudah cukup stabil namun belum mampu membeli rumah secara tunai atau KPR nonsubsidi. Dengan bunga yang lebih rendah dan tenor panjang, cicilan bulanan pun lebih ringan.

Bantuan Tunai Rp 25 Juta untuk yang Gajinya di Bawah Rp 2,6 Juta

Namun, bagaimana dengan mereka yang penghasilannya di bawah Rp 2,6 juta per bulan? Kelompok ini, yang masuk dalam desil satu dan desil dua, dinilai masih sulit menjangkau cicilan KPR sekalipun bersubsidi.

Pemerintah menyiapkan solusi berbeda. Melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), negara memberikan dana langsung sebesar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per rumah tangga.

"Desil satu, desil dua atau penghasilan di bawah Rp 2,6 juta per bulan. Ini pemerintah mengeluarkan apa yang namanya BSPS, Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya. Jadi pemerintah ngasih Rp 20 juta sampai Rp 25 juta per rumah tangga," jelas Nixon.

Dana ini tidak untuk membeli rumah jadi, melainkan untuk membangun rumah dari awal atau merenovasi rumah yang sudah ada agar lebih layak huni.

Tenor 40 Tahun Dikaji, Cicilan Bisa Lebih Murah

Untuk memperluas akses kepemilikan rumah, pemerintah juga tengah mengkaji opsi perpanjangan tenor KPR subsidi hingga 40 tahun. Langkah ini diharapkan bisa menurunkan besaran cicilan bulanan secara signifikan.

"Hari ini pemerintah juga lagi mengkaji kalau KPR-nya sampai 40 tahun supaya lebih murah lagi angsurannya, mudah-mudah desil dua bisa dapat," tutur Nixon.

Jika tenor ini resmi diterapkan, maka kelompok desil dua yang sebelumnya hanya bisa mengandalkan BSPS, berpotensi ikut menikmati skema KPR bersubsidi dengan cicilan yang lebih terjangkau.

Dengan dua pendekatan ini—KPR subsidi untuk yang berpenghasilan menengah bawah dan bantuan stimulan untuk yang paling rendah—pemerintah berupaya menutup celah kepemilikan rumah di Indonesia. BTN sebagai bank penyalur KPR subsidi terbesar pun terus didorong untuk memastikan program ini menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks