NATUNA — Ribuan pelajar, guru, dan orang tua memadati Gedung Sri Serindit, Ranai, dalam peringatan Hari Anak Nasional ke-42. Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini menjadi ajang penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam melindungi hak-hak anak.
Semarak Penampilan Anak-Anak Natuna
Acara dibuka dengan Tari Persembahan yang memukau tamu undangan. Rangkaian kegiatan diisi penampilan seni dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pembacaan puisi oleh siswa SLB Natuna, Tari Kreasi Lagu Daerah dari TK Negeri 004 Bunguran Timur, hingga teater yang dibawakan siswa SMPN 1 Bunguran Timur.
Tak ketinggalan, atraksi pencak silat dari MAN 1 Natuna dan pertunjukan dongeng siswa SDN 001 Harapan Jaya turut meramaikan suasana. Setiap penampilan mendapat sambutan hangat dari para hadirin yang memadati ruangan.
Pesan Bupati: Anak Adalah Aset Bangsa
Sekretaris Daerah Natuna, Boy Wijanarko Varianto, membacakan sambutan Bupati Natuna. Dalam sambutannya, pemerintah daerah menekankan bahwa anak merupakan aset paling berharga bagi bangsa.
“Selamat Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 kepada seluruh anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak Kabupaten Natuna. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan daerah dan negara,” ujar Boy di hadapan ratusan peserta.
Ia menambahkan, perlindungan terhadap anak harus menjadi gerakan bersama. “Anak-anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, bermain, berkreasi, serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi,” tegasnya.
Penghargaan untuk Sekolah dan Puskesmas Ramah Anak
Pemerintah Kabupaten Natuna memberikan penghargaan kepada sejumlah sekolah dan puskesmas yang dinilai berhasil menerapkan prinsip ramah anak. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Seminar Pencegahan Kekerasan dan Perkawinan Anak
Usai seremoni, acara dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan Psikolog Akhmad Wahyudi, S.Psi., M.Psi. Seminar ini membahas peran Forum Anak dalam mencegah kekerasan terhadap anak (KTA), anak berhadapan dengan hukum (ABH), serta perkawinan usia anak.
Para peserta diajak menjadi pelopor dan pelapor dalam upaya membangun lingkungan yang aman, inklusif, dan saling menghargai. Kepala DP3AP2KB Natuna turut memaparkan program dan langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat sistem perlindungan anak di wilayah kepulauan tersebut.
Melalui peringatan ini, Pemkab Natuna berharap semangat melindungi anak tidak berhenti pada seremonial belaka, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang kuat dinilai menjadi kunci melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas.