Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Asy Syukri, mengungkapkan setidaknya lima Kopdes terdampak langsung. Kopdes Malang Rapat misalnya, yang biasanya mendapat jatah 400 liter per bulan untuk disalurkan ke pengecer dan program Jumat Berkah, mendapati pasokan Juli ini kosong total.
“Kopdes Busung terpaksa mengambil dari distributor umum tanpa keuntungan layak demi menjaga 18 pelaku UMKM di Gurun,” ujar Asy Syukri, Rabu (22/7). Kesulitan serupa juga dialami Kopdes Pengudang, Kuala Sempang, dan Kijang Kota.
Usulan dari Desa Kuala Sempang
Ketua Kopdes Merah Putih Desa Kuala Sempang, Shalahuddin Syah, mengusulkan agar desanya bertransformasi menjadi Distributor Pertama (D1) minyak goreng. Langkah ini dinilai strategis untuk menyuplai seluruh kebutuhan koperasi dan pedagang di Bintan secara mandiri, tanpa harus menunggu alokasi dari Bulog yang kerap tidak menentu.
DKUPP Bintan menyambut usulan itu dengan dukungan penuh. Asy Syukri menegaskan pihaknya siap memfasilitasi perizinan dan persyaratan yang dibutuhkan. “Sampai saat ini di Bintan belum ada D1 minyak goreng. Kami sangat kesulitan dan hanya bergantung pada Bulog. Bahkan, kami pernah memfasilitasi badan usaha mengusulkan D1, tapi belum ada kejelasan,” jelasnya.
Bulog Akui Stok Tidak Maksimal
Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, membenarkan adanya kendala pasokan. Selama dua bulan terakhir, stok minyak goreng di gudang tidak berada dalam kapasitas maksimal, sehingga pihaknya terpaksa menerapkan skala prioritas dalam penyaluran.
“Kami berharap ke depan stok kembali normal dan bertambah, sehingga kebutuhan Kopdes Merah Putih dapat kami suplai sesuai kebutuhannya,” kata Arief.
Instruksi Presiden Jadi Acuan
Asy Syukri menambahkan, pembentukan D1 mandiri di Bintan sejalan dengan instruksi Presiden agar produk subsidi pemerintah disalurkan secara maksimal melalui Koperasi Merah Putih hingga langsung menyentuh tangan masyarakat. Dengan adanya distributor sendiri, pengawasan peredaran MinyaKita diyakini akan jauh lebih mudah, dan kebutuhan koperasi bisa terpenuhi tanpa hambatan.