Hyundai memutuskan untuk mengubah pengalaman servis mobil yang selama ini menyita waktu. Lewat program baru yang diumumkan pekan ini, pabrikan Korea itu akan mengerahkan van khusus yang diperlengkapi peralatan bengkel untuk menjangkau pelanggan di lokasi mereka. Program ini bukan sekadar eksperimen — Hyundai sudah menjalani uji coba di beberapa dealer dan hasilnya dinilai cukup positif untuk diperluas secara nasional.
Van Khusus untuk Servis Rutin, dari Ganti Oli hingga Cuci Mobil
Van bengkel keliling ini dirancang untuk menangani sebagian besar perawatan berkala. Mulai dari rotasi ban, ganti oli, penggantian kampas dan cakram rem, pembaruan perangkat lunak, hingga program kampanye servis akibat recall. Setelah semua selesai, mobil juga akan dicuci dan diberi detail interior.
Hyundai memastikan teknisi yang dikirim adalah tenaga terlatih pabrik dan semua suku cadang yang dipasang adalah komponen asli Hyundai. Untuk memesan layanan ini, pelanggan cukup mengunjungi halaman servis dealer yang berpartisipasi dan memilih opsi mobile service.
Tak Hanya untuk Konsumen, Strategi Ini Mengurai Kemacetan Bengkel Dealer
Lonjakan penjualan delapan persen year-on-year di AS pada 2024 menjadi berkah sekaligus tantangan bagi Hyundai. Banyak dealer kewalahan menampung antrean mobil yang masuk untuk servis. Dengan mengirim teknisi ke luar, tekanan di ruang servis dealer bisa berkurang. Strategi ini juga diharapkan bisa menekan angka pelanggan yang memilih bengkel independen untuk perawatan rutin — yang selama ini menjadi kebocoran pendapatan bagi jaringan dealer resmi.
Hyundai Bukan yang Pertama: Tesla dan Rivian Sudah Lebih Dulu
Layanan servis keliling sebenarnya bukan hal baru di industri otomotif. Tesla dan Rivian sudah menjalankan model serupa sejak bertahun-tahun lalu, terutama karena mobil listrik memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda dari mobil bermesin bensin. Misalnya, mobil listrik tak perlu ganti oli — itulah sebabnya Hyundai secara spesifik menyebut layanan ganti oli hanya untuk mobil berbahan bakar bensin.
Ada Batasannya: Transmisi dan Mesin Tetap Harus ke Bengkel
Meski praktis, van ini bukan pengganti bengkel resmi untuk semua jenis perbaikan. Hyundai membatasi layanan pada perawatan ringan dan perbaikan dasar. Untuk pekerjaan yang lebih rumit — seperti perbaikan transmisi atau turun mesin — pelanggan tetap harus membawa mobil ke dealer.
Hyundai menargetkan memiliki 150 unit van bengkel keliling yang beroperasi di seluruh AS pada akhir tahun 2026. Jika program ini sukses, bukan tidak mungkin layanan serupa diperluas ke merek lain di bawah grup Hyundai, termasuk Kia dan Genesis. Belum ada informasi apakah program ini akan menjangkau pasar di luar AS, termasuk Indonesia.