BATAM — Tren investasi di Batam terus menunjukkan akselerasi signifikan. Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi pada Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp 17,4 triliun. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan capaian pada triwulan I 2025.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, pertumbuhan ini tidak terlepas dari berbagai pembenahan yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari penyederhanaan layanan investasi, reformasi regulasi, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.
“Data ini menunjukkan bahwa Batam tetap menjadi kawasan yang dipercaya investor. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Batam justru mampu mencatat pertumbuhan investasi yang kian menguat,” ujar Amsakar, Senin (22/6/2026).
PMDN Tumbuh 216 Persen, PMNA Juga Solid
Salah satu pendorong utama pertumbuhan adalah investasi dalam negeri. Nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada triwulan I 2026 mencapai Rp 8,5 triliun, melonjak 216,18 persen secara tahunan. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp 8,8 triliun, tumbuh 50,71 persen.
Negara asal investasi terbesar pada periode ini berasal dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Keberagaman ini menunjukkan basis investor Batam semakin luas dan tidak bergantung pada satu negara.
Sektor Manufaktur dan Farmasi Mendominasi
Dari sisi sektor, investasi yang masuk didominasi oleh industri bernilai tambah tinggi. Industri mesin dan elektronik menyumbang 23,65 persen, disusul sektor kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, jasa lainnya 17,70 persen, serta kawasan industri dan properti 13,09 persen.
Komposisi ini menunjukkan pertumbuhan investasi Batam tidak hanya ditopang properti, tetapi juga oleh sektor manufaktur dan teknologi yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru.
Capaian 2025 Jauh di Atas Target
Momentum positif ini merupakan lanjutan dari kinerja sepanjang 2025. Realisasi investasi tahun lalu tercatat Rp 44,01 triliun, tumbuh 72,83 persen dari Rp 25,46 triliun pada 2024. Angka tersebut melampaui target 2025 sebesar Rp 36,9 triliun.
Bahkan, berdasarkan metodologi perhitungan bottom-up yang dikembangkan BP Batam, nilai investasi terealisasi mencapai Rp 69,30 triliun, atau 115,50 persen dari target internal sebesar Rp 60 triliun.
Amsakar menegaskan, capaian ini sekaligus menjawab keraguan terhadap prospek investasi Batam. “Ketika investasi terus tumbuh, baik dari dalam maupun luar negeri, itu berarti para pelaku usaha melihat peluang dan masa depan yang baik di Batam,” tambahnya.
Perluasan Wilayah KPBPB Buka Peluang Baru
Ke depan, BP Batam optimistis tren pertumbuhan akan berlanjut. Salah satu faktor pendukung adalah perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.
Melalui regulasi tersebut, cakupan wilayah KPBPB Batam bertambah dari 8 pulau menjadi 22 pulau. Luas kawasan meningkat dari sekitar 71.500 hektare menjadi 152.686,44 hektare, membuka ruang pengembangan investasi baru di sektor industri, logistik, pariwisata, hingga energi.