KEPULAUAN RIAU — Laboratorium Jet Propulsion (JPL) NASA, meskipun kerap diguncang masalah manajemen, tetap sukses mendaratkan robot-robot beroda besar ini sejak 1997. Dari lima unit yang dikirim, tiga sudah pensiun: Sojourner (1997), Spirit (2010), dan Opportunity (2018). Dua lainnya, Curiosity dan Perseverance, masih setia menjelajah dan mengirim data ke Bumi.
Sojourner, Spirit, dan Opportunity: Generasi Perintis yang Buktikan Mars Pernah Basah
Rover pertama, Sojourner, mendarat pada 4 Juli 1997 di Ares Vallis sebagai bagian misi Pathfinder. Robot seberat 23 pon ini hanya bertahan 83 hari dan mengambil lebih dari 550 foto. Data paling penting yang ditemukan: Mars kemungkinan besar pernah digenangi air dan bersuhu lebih hangat dari sekarang.
Pada 2004, NASA mengirim Spirit dan Opportunity—masing-masing seberat 374 pon—ke sisi berlawanan Mars. Spirit mendarat di Kawah Gusev, Opportunity di Meridiani Planum. Keduanya menemukan bukti adanya kolam panas bumi bawah permukaan yang mungkin ada jutaan tahun lalu. Temuan ini memperkuat teori bahwa Mars dulu memiliki semua bahan baku untuk menopang kehidupan. Spirit berhenti beroperasi pada 2010, Opportunity menyusul pada 2018.
Curiosity dan Perseverance: Dua Rover yang Masih 'Hidup' di Tengah Radiasi Ekstrem
Curiosity mendarat pada Agustus 2012 dan seukuran Mini Cooper. Dengan 17 kamera dan roda berdiameter 20 inci, rover ini menjadi yang pertama menemukan "karbon organik" di Gunung Sharp, Kawah Gale—petunjuk terbaik soal kemungkinan kehidupan mikroskopis di Mars. Namun Curiosity juga mengonfirmasi tingkat radiasi di permukaan Mars sangat tinggi dan tidak ramah manusia. Kerusakan rodanya sendiri jadi bukti betapa kerasnya medan di sana.
Perseverance, rover paling canggih NASA, mendarat pada 2021 sebagai bagian proyek Mars 2020. Tugas utamanya mencari bukti kehidupan masa lalu dan menguji apakah oksigen bisa dimurnikan dari atmosfer Mars yang kaya karbon dioksida. Ini langkah krusial jika manusia suatu hari benar-benar ingin berpijak di Planet Merah.
Dari 5 Rover, Dua Masih Berguna—dan Data Terus Mengalir
Meskipun pendaratan manusia di Mars masih jauh, data dari kelima rover ini—ditambah pendarat statis, satelit, dan drone—terus memperkaya pengetahuan ilmuwan. Setiap semburan data antargalaksi dari robot-robot kita di Mars membuat prospek misi berawak sedikit lebih terang.