Pencarian

Biji Tempayan Natuna Tembus Pasar Antardaerah, Karantina Kepri Periksa 1 Ton Komoditas Sebelum Dikirim ke Tanjungpinang dan Sambas

Selasa, 21 Juli 2026 • 08:34:31 WIB
Biji Tempayan Natuna Tembus Pasar Antardaerah, Karantina Kepri Periksa 1 Ton Komoditas Sebelum Dikirim ke Tanjungpinang dan Sambas
Karantina Kepri memeriksa 1.004 kilogram biji tempayan asal Natuna sebelum dikirim ke Tanjungpinang dan Sambas.

NATUNA — Potensi ekonomi biji tempayan (Scaphium affinis Pierre) asal Kabupaten Natuna kian terlihat. Dalam pengiriman terbaru, Karantina Kepri melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Natuna memeriksa total 1.004 kilogram komoditas tersebut sebelum diberangkatkan ke dua daerah tujuan.

Sebanyak 500 kilogram dikirim ke Tanjungpinang, sementara 504 kilogram lainnya menuju Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Seluruhnya telah dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan setelah melalui proses karantina.

Pemeriksaan Karantina Sebelum Diterbitkan Sertifikat KT-3

Kepala Karantina Kepri, Hasim, mengatakan setiap biji tempayan yang akan dilalulintaskan wajib melalui pemeriksaan fisik dan kesehatan. Prosedur ini dilakukan sebelum Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3) diterbitkan.

"Seluruh biji tempayan telah dilakukan pemeriksaan karantina sebelum diterbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3). Pengiriman terdiri dari 500 kilogram tujuan Tanjungpinang dan 504 kilogram tujuan Sambas," ujar Hasim dalam keterangannya, Senin lalu.

Biji Tempayan: Hasil Hutan Bernilai Ekonomi dan Khasiat Kesehatan

Biji tempayan merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang tumbuh alami di sekitar Gunung Ranai dan beberapa kawasan hutan di Natuna. Secara tradisional, komoditas ini dipercaya dapat meredakan radang tenggorokan, menurunkan demam ringan, serta melancarkan pencernaan.

Karena banyak dimanfaatkan sebagai bahan minuman herbal, permintaannya terus meningkat dari berbagai daerah. Namun, setiap pengiriman ke luar daerah tetap harus melewati pemeriksaan karantina lantaran komoditas ini termasuk media pembawa yang berpotensi membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Mengapa Biji Tempayan Wajib Lewat Karantina?

Hasim menjelaskan, OPTK merupakan organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan. Organisme ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi maupun sosial jika menyebar ke wilayah yang sebelumnya bebas dari hama tertentu.

"Karantina Kepri berkomitmen menjamin setiap media pembawa, baik komoditas hewan, ikan, tumbuhan maupun produk turunannya yang dilalulintaskan berada dalam kondisi sehat, aman, dan layak," kata Hasim.

Pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk memastikan komoditas yang dikirim bebas dari organisme pengganggu sekaligus memenuhi standar kesehatan tumbuhan antarwilayah.

Standar Mutu Jadi Kunci Bersaing di Pasar Lebih Luas

Ia menambahkan, besarnya potensi ekonomi biji tempayan harus diimbangi dengan pemenuhan standar mutu dan kualitas produk. Hal ini diperlukan agar komoditas unggulan Natuna mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Karena biji tempayan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, maka saat pengiriman harus dipastikan dalam kondisi yang layak dan berkualitas. Oleh sebab itu dilakukan tahapan pemeriksaan untuk memastikan kondisi fisik serta kualitas komoditas tersebut," ujarnya.

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya Karantina Kepri dalam mencegah penyebaran OPTK antarwilayah sekaligus mendukung kelancaran distribusi komoditas unggulan asal Natuna. Dengan pengiriman perdana ke Tanjungpinang dan Sambas, biji tempayan mulai menunjukkan potensinya sebagai produk hasil hutan bukan kayu yang bernilai ekonomi tinggi.

Bagikan
Sumber: bursakota.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks