BINTAN — Kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bintan mencapai 45 persen, atau sekitar Rp162 miliar dari total PAD Rp360 miliar. Angka ini menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung fiskal daerah di Kepulauan Riau tersebut.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah pada 2024 tercatat di atas 8,9 persen, didorong oleh pengembangan kawasan terpadu seperti KEK, Free Trade Zone, dan kawasan industri. "Berbicara pariwisata memang potensinya sangat luar biasa," ujarnya di Bintan, Rabu.
Kunjungan Turis Asing Naik 38,5 Persen, Target Satu Juta Masih Jauh
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bintan Arief Sumarsono mencatat hingga Mei 2026, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 109 ribu orang. Angka ini naik 38,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 78 ribu kunjungan.
Namun, capaian itu masih jauh dari rekor sebelum pandemi ketika Bintan menerima lebih dari satu juta wisatawan asing per tahun. "Dukungan kebijakan bebas visa sangat kami harapkan," kata Bupati Roby.
Wisatawan Domestik Justru Melonjak Signifikan Pasca-Pandemi
Menariknya, terjadi perubahan tren pasca-pandemi. Jika sebelumnya wisman mendominasi, kini wisatawan nusantara justru melonjak. Arief menyebut kunjungan wisatawan domestik naik dari 400 ribu orang sebelum pandemi menjadi sekitar 700 ribu kunjungan setelahnya.
"Hal itu juga terlihat dari berbagai kegiatan yang kami gelar, di mana peserta dari dalam negeri semakin banyak," kata Arief. Tren ini direspons pemkab dengan terus menggelar agenda berskala internasional seperti Tour de Bintan, Bintan Mandiri Marathon, OCBC Championship Singapore, dan Bintan Triathlon.
Destinasi Unggulan dari Trikora hingga Gurun Pasir
Sejumlah destinasi andalan terus dipromosikan untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Di antaranya Pantai Trikora, Lagoi Bay, Treasure Bay, Gurun Pasir Bintan, hingga kawasan wisata Pemancingan Poyotomo.
Dengan tren kunjungan wisman yang meningkat 38,5 persen dan wisatawan domestik yang terus bertumbuh, Pemkab Bintan optimistis sektor pariwisata tetap menjadi motor utama pemulihan ekonomi daerah. Namun, kebijakan bebas visa menjadi kunci untuk kembali mendekati angka satu juta kunjungan asing per tahun.