BATAM — Pasokan listrik di pemukiman padat Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, kini kembali normal setelah PT PLN Batam menambah satu unit gardu dan trafo baru. Proyek percepatan ini merupakan respons langsung terhadap lonjakan pemakaian listrik yang membuat trafo lama kelebihan beban dan kerap padam.
Kronologi Penanganan: Dari Overload hingga Energize dalam 2 Hari
Tim teknis PLN Batam pertama kali mendeteksi masalah pada 22 Juni 2026. Saat itu, beban puncak di malam hari memicu overload pada trafo yang melayani kawasan tersebut. Dua hari kemudian, pada 24 Juni, PLN langsung berkoordinasi dengan pengurus RT/RW setempat untuk mencari lahan guna menempatkan gardu tambahan.
Kendala utama muncul karena keterbatasan lahan di permukiman padat. Baru pada 5 Juli 2026, lokasi yang memenuhi kriteria teknis berhasil diperoleh. Begitu lahan siap, tim teknis langsung bergerak membangun gardu dan memasang trafo tambahan untuk membagi beban jaringan.
Saluran Kabel Tegangan Menengah Ditarik dalam Waktu Singkat
Setelah gardu dan trafo terpasang, pekerjaan dilanjutkan dengan penarikan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) sebagai infrastruktur utama penyambungan. Berkat percepatan di lapangan, proses penarikan SKTM hingga tahap energize (pengoperasian) rampung hanya dalam waktu dua hari.
Apresiasi Warga: "Sekarang Kondisinya Sudah Stabil"
Ketua RT 01/RW 12 Kelurahan Kabil, Muhammad Akip, menyampaikan terima kasih atas respons cepat PLN Batam. "Terima kasih kepada PLN Batam yang sudah merespons dan menindaklanjuti kondisi kelistrikan di wilayah kami, Kavling Senjulung. Dengan adanya penambahan trafo dan gardu PLN ini, sekarang kondisinya sudah kembali stabil," ujar Akip.
Ia berharap layanan responsif seperti ini terus dipertahankan dan dikembangkan ke depannya. Kini, warga Kavling Senjulung dapat menikmati pasokan listrik yang andal untuk menunjang aktivitas sehari-hari tanpa khawatir pemadaman mendadak.