Pencarian

DLH Natuna Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Kawasan Konservasi Pering, Target Ciptakan Ekosistem Baru dan Sumber Ekonomi Warga

Senin, 27 Juli 2026 • 19:27:01 WIB
DLH Natuna Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Kawasan Konservasi Pering, Target Ciptakan Ekosistem Baru dan Sumber Ekonomi Warga
Petugas Dinas Lingkungan Hidup Natuna menanam bibit mangrove di kawasan konservasi Pering, Natuna, Ahad (23/2).

NATUNA — Ribuan bibit mangrove ditanam di pesisir Natuna bukan sekadar seremoni. Kepala DLH Natuna Ferizaldi mengatakan kegiatan ini adalah investasi untuk generasi mendatang. Ketika mangrove tumbuh dan membentuk ekosistem baru, berbagai biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting akan berkembang.

“Apa yang kita tanam hari ini merupakan investasi bagi generasi mendatang. Ketika mangrove tumbuh dan membentuk ekosistem baru, berbagai biota laut akan berkembang sehingga masyarakat dapat mencari ikan dan hasil laut lainnya di sekitar kawasan tersebut tanpa harus pergi jauh,” ucap Ferizaldi di Natuna, Ahad.

Metode Khusus Agar Bibit Tidak Rusak Ombak

Agar bibit tidak sia-sia, DLH menerapkan metode penanaman yang lebih kokoh. Setiap bibit mangrove diikat pada batang kayu, dan sebagian ditanam dalam pagar kayu berisi banyak bibit sekaligus. Cara ini melindungi tanaman dari hempasan ombak dan arus laut yang kerap merusak bibit muda.

DLH juga membentangkan jaring di sepanjang kawasan penanaman. Jaring itu berfungsi menahan sampah kiriman agar tidak menutupi bibit dan menghambat pertumbuhannya. Sebelum mulai menanam, para peserta mendapat edukasi singkat soal teknik menanam mangrove yang benar.

Manfaat Ganda: Tanggul Alami hingga Ekowisata

Hutan mangrove yang tumbuh optimal akan menjadi benteng alami pesisir. Ferizaldi menjelaskan, akar mangrove mampu menahan abrasi, meredam gelombang, mengurangi risiko banjir rob, serta melindungi kawasan pantai dari dampak cuaca ekstrem. Di sisi lain, kawasan ini juga berpotensi menyerap karbon dan dikembangkan menjadi ekowisata.

“Keberadaan hutan mangrove berperan menahan abrasi, meredam gelombang, mengurangi risiko banjir rob, serta melindungi kawasan pantai dari dampak cuaca ekstrem,” katanya.

Harapan: Perawatan Berkelanjutan dari Semua Pihak

Penanaman melibatkan komunitas, organisasi masyarakat, pelajar, hingga organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Natuna. Ferizaldi berharap bibit yang sudah ditanam bisa dirawat bersama agar tumbuh baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

“Kami berharap bibit mangrove yang telah ditanam dapat dirawat bersama agar tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks