KEPULAUAN RIAU — Kesepakatan baru ini akan mengikat Pochettino selama enam tahun ke depan, melewati batas awal kontraknya yang hanya sampai Piala Dunia 2026. Sumber internal yang enggan disebut namanya mengonfirmasi kepada Guardian bahwa kedua belah pihak sudah saling setuju dan tinggal menuntaskan detail akhir.
Performa Pahit Manis di Piala Dunia 2026
Pochettino resmi menangani Timnas AS pada September 2024 dengan target membawa skuad berjuluk The Stars and Stripes itu melaju jauh di Piala Dunia 2026 yang mereka gelar bersama Meksiko dan Kanada. Namun hasilnya mengecewakan: Amerika Serikat tersingkir di babak 16 besar setelah dihajar Belgia dengan skor telak 4-1.
Kekalahan memalukan itu menjadi noda terbesar dalam masa kepelatihan Pochettino. Sebelumnya, ia juga gagal membawa AS juara di Nations League (finis keempat) dan kalah dari Meksiko di final Gold Cup. Namun ada secercah prestasi: AS mencatatkan fase grup terbaik sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia edisi 2026.
Gaji Fantastis dan Dukungan Konglomerat Hedge Fund
Dalam kontrak sebelumnya, Pochettino mengantongi gaji sekitar 6 juta dolar AS per tahun (sekitar Rp96 miliar) plus bonus penampilan dan tanda tangan 2,5 juta dolar AS. Angka itu sudah menjadikannya pelatih tim nasional dengan bayaran tertinggi ketiga di dunia. Sebagian gajinya disubsidi oleh donasi filantropi, termasuk dari miliarder hedge fund Ken Griffin.
Untuk kontrak baru, satu sumber dekat negosiasi menyebut Pochettino bakal mendapat kenaikan "signifikan" dari nominal tersebut. Meski detail angka belum bocor, ini menunjukkan kepercayaan penuh US Soccer terhadap proyek jangka panjang Pochettino.
Minat Klub Besar, tapi Pochettino Bertahan
Selama menangani AS, nama Pochettino terus dikaitkan dengan sejumlah klub raksasa. Tottenham Hotspur, klub yang pernah membesarkan namanya di Premier League, disebut-sebut tertarik membawanya kembali. Real Madrid juga sempat masuk dalam daftar peminat. Namun kedua klub itu sudah mengisi kursi pelatih masing-masing, sehingga spekulasi mereda.
Telemundo’s Andres Cantor menjadi pihak pertama yang melaporkan perkembangan positif negosiasi ini. Pochettino sendiri sempat bilang ke media berbahasa Spanyol pada 17 Juli lalu bahwa keputusan akan diumumkan "pekan depan". Kini, setelah jeda beberapa pekan, kesepakatan hampir di tangan.
Fokus ke Laga Uji Coba September-Oktober
Baik US Soccer maupun Pochettino disebut ingin segera menuntaskan kontrak agar bisa fokus penuh ke rangkaian laga uji coba yang dijadwalkan pada akhir September hingga awal Oktober. CEO US Soccer JT Batson sebelumnya menyatakan federasi "sangat antusias" membangun progres yang sudah dimulai Pochettino.
Kesepakatan ini sekaligus mengakhiri ketidakpastian masa depan pelatih berusia 52 tahun itu, yang sebelumnya tak pernah menangani tim nasional sebelum AS. Kini ia mendapat mandat penuh hingga Piala Dunia 2030 — turnamen yang akan digelar di tiga benua: Maroko, Portugal, dan Spanyol.